Curiga Lihat Gundukan Tanah Saat Petik Jambu, Dikira Lubang Tikus Ternyata ada Mayat Bayi
Curiga melihat gundukan tanah dikira lubang tikus, saat kembali diperiksa ternyata ada mayat bayi. begini kondisinya
Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM - Warga Bogor curiga melihat gundukan tanah saat tengah petik jambu, ternyata temukan mayat bayi di gundukan tanah tersebut.
Awalnya pria tersebut mengira gundukan tanah itu adalah lubang tikus.
Pria itu lalu pulang hingga akhirnya kembali lagi ke gundukan tanah tersebut.
Bersama putranya, pria itu membongkar gundukan tanah itu, kecurigaannya benar.
Baca juga: Sosok yang Cocok Jadi Aldebaran Jika Barbie Kumalasari Jadi Andin di Ikatan Cinta, Ucap 1 Nama
Baca juga: Bule Rusia Ungkap Kelakuan Aneh Warga Indonesia, Pakai Piyama, Soal Mandi Hingga Jadi Lebih Malas?
Baca juga: Ramalan Zodiak Terlengkap Selasa 23 Februari 2021, Keuangan Virgo Meningkat, Cancer Jaga Kesehatan
Warga di belakang Komplek LIPI, Kampung Sampora, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor digegerkan dengan temuan sesosok mayat bayi misterius, Senin (22/2/2021).
Mayat bayi dengan jenis kelamin yang masih belum diketahui ini pertama kali ditemukan warga setempat Asep (42) sekitar pukul 13.30 WIB.
Awalnya Asep curiga dengan gundukan tanah yang tak sengaja dia lihat di sebuah areal pemakaman tak terawat dan dipenuhi rumput.
"Saya mau metik jambu kulutuk, gundukan itu sudah ada.
Saya penasaran takutnya lubang tikus, lubang apa gitu kan," kata Asep kepada TribunnewsBogor.com ( TribunMadura.com network ).
Namun, Asep tak langsung memeriksa gundukan tanah yang tampak kondisinya belum lama tersebut.
Akhirnya dia pulang dan mengajak salah seorang keluarganya yakni putranya untuk menemani membongkar gundukan tanah itu dan didapati isinya ternyata sesosok mayat bayi.

Asep mengaku bahwa setelah itu sang jasad bayi kembali dikubur tanpa ada curiga karena lahan penemuan merupakan lahan pemakaman.
Kemudian keluarganya yang lain pun penasaran dan ingin memastikan isi gundukan tanah tersebut sehingga gundukan itu kembali digali.
"Sekitar jam 15.00 WIB-an keponakan saya datang, dia minta diantar ke sini.