Berita Kediri

Pengakuan Pasutri Buka Prostitusi Online di Tulungagung hingga Kediri, Uangnya Buat Beli Susu Anak

Polisi mengungkap fakta terduga terkait prostitusi online keluarga asal Bandung di Hotel Lotus Kediri. Uang hasil melacurkan anak buat beli susu.

tribunnews.com dan TribunMadura.com/Farid Mukarrom
Ilustrasi prostitusi dan NR ibu korban T tersangka Prositusi Online anak asal Bandung Jawa Barat saat diwawancarai Kasatreskrim Polresta Kediri, Selasa (9/3/2021). 

Reporter: Farid Mukarrom | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM - Polisi mengungkap fakta terduga terkait prostitusi online keluarga asal Bandung di Hotel Lotus Kediri.

Prostitusi online ini juga dijalankan di Tulungagung dan Madiun.

Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Taib mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus prostitusi online.

Pertama adalah Deri Kurniawan selaku muncikari M, kemudian Nia Kurniasih dan Diki selaku muncikari dari T.

Baca juga: BREAKING NEWS - Penantang Mahfud MD Akhirnya Menyerahkan Diri ke Pendopo Trunojoyo Sampang

Baca juga: Pasutri Asal Bandung Lacurkan Anaknya di Hotel Lotus Kediri, Jasa Esek-esek Ditarif Rp 350 Ribuan

Baca juga: Murka Paman Nandya Arifta pada Ibunda Felicia Tissue, Tak Terima Ucapan Meilia Lau: Merasa Majikan

Baca juga: Arti Mimpi Jatuh ke Sungai dalam Primbon Jawa, dari Dilancarkan Rezeki hingga Pertanda Malapetaka

Dari pengakuan ketiga pelaku mereka baru beroperasi baru sejak Februari lalu. Dalam modus operasinya mereka menggunakan aplikasi pertemanan Mi Chat untuk mencari pelanggan.

"Selain di Kota Kediri pelaku juga telah melakukan praktek prostitusi di beberapa kota di Jawa Timur seperti di Tulungagung dan Madiun. Dalam modusnya pelaku menyewa dua buah kamar yang digunakan untuk bergantian," ungkap Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Taib.

Selain itu dalam sekali layanan ketiga muncikari ini memasang tarif mulai Rp. 250 ribu hingga Rp 700 ribu. 

"Untuk tarif sekali layanan pijat ini mulai 250 - 350 ribu. Kemudian jika mau ditambahkan layanan plus itu maka pelanggan ini harus menambahkan uang sekitar 350 ribu. Jadi total untuk keseluruhan layanan ada 700 - 800 ribu," jelasnya.

Menurut pengakuan tersangka bahwa ia sudah melakukan eksploitasi seksual terhadap anaknya ini sejak awal Februari 2021.

"Mengakunya mereka terlilit hutang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," imbuh AKP Verawati Taib.

Saat ini Satreskrim Polres Kediri Kota masih melakukan pendalaman mengenai kasus prostitusi ini. Diduga masih banyak prostitusi online yang dilakukan di Kota Kediri.

Namun sayangnya sejak terbongkar kasus MY ini beberapa jaringan telah terputus.

"Kita masih mengembangkan kasus ini. Kita menduga masih banyak kasus ini terjadi di Kota Kediri," tegas AKP Vera.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved