Pulang dari Malaysia, TKI Asal Sampang Ciptakan Horor Berdarah di Surabaya: Dipicu Status Eks Istri

Pulang dari Negeri Jiran Malaysia, TKI asal Sampang ini lantas menciptakan horor berdarah di Surabaya, dipicu oleh satus terbaru dari mantan istri.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Mujib Anwar
TribunMadura.com/Sugiharto
DM (40), mantan TKI warga Omben, Sampang, Madura, tersangka pelaku pembacokan yang menciptakan horor berdarah di Surabaya, saat di Markas Polrestabes Surabaya, Jumat (12/3/2021) usai ditangkap di sekitar rumahnya. 

Hosid yang mendapat informasi keberadaan korban,langsung mengajak dua temannya menggunakan dua motor untuk mencari keberadaan korban di Simojawar V-A Surabaya.

"Saya ngajak teman. Bilang kalau jalan-jalan saja ke Surabaya. Mereka tidak tahu kalau saya ada niat menghabisi dia (korban)," aku Hosid.

Berbekal sebilah celurit, Hosid yang kalap, langsung menghampiri korban saat asyik nongkrong di depan warung kopi Simojawar V-A Surabaya.

"Saya sendiri yang turun dan bacok. Teman saya nunggu diatas motor," imbuhnya.

Dendam membara Hosid dilampiaskan dengan beberapa kali ayunan celurit ke tubuh korban.

Akibatnya perut korban robek hingga isi perutnya terburai, leher, paha hingga lengan menganga dan jari korban putus usai ditebas celurit.

Memastikan korban tewas dilokasi, Hosid langsung tancap gas bersama dua temannya itu.

"Saya tidak terima. Rumah saya didatangi pada saat saya ada di Malaysia. Istri saya dibawa kabur, anak saya ditinggal sendiri," geram Hosid.

Meski begitu, ia mengaku menyesal telah menghabisi DM.

Namun, disisi lain, tampak wajah puas Hosid usai dendam api cemburunya terlampiaskan.

Saat ini, polisi masih terus berupaya memburu keberadaan dua teman Hosid yang turut serta dalam aksi tersebut.

Akibat perbuatannya itu, ia dijerat pasla 340 KUHP Subsidair pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan atau mati.

Sebelumnya, seorang pria tergeletak di depan kios warung kopi di Jalan Simojawar V-A, Surabaya, Rabu (10/3/2021) siang.

Pria tersebut diduga menjadi korban pembunuhan karena sekujur tumbuhnya mengalami luka bacok.

Husen, warga sekitar mengatakan jika saat itu melihat korban sudah tergeletak dengan usus terburai.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved