Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: Nenek Dicurangi Oknum Agen E-Warung - Tunggakan Pembayaran PDAM Sampang

Beragam berita menarik wilayah Madura terangkum dalam Berita Madura terpopuler.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Nenek Rasimi (72) warga Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jumat  (12/03/2021). 

TRIBUNMADURA.COM - Beragam berita menarik wilayah Madura terangkum dalam Berita Madura terpopuler.

Berita Madura terpopuler edisi Jumat 12 Maret 2021 yang dirangkum TribunMadura.com diawali dengan kisah pilu dialami seorang nenek di Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, bernama Rasimi.

Ada juga jumlah tunggakan pembayaran langganan air minum yang belum tertagih di Perumda Air Minum Trunojoyo Sampang hingga mencapai miliaran rupiah.

Berikut selengkapnya Berita Madura terpopuler edisi Jumat 12 Maret 2021 yang dirangkum TribunMadura.com:

Baca juga: Ramalan Shio Lengkap Hari Ini Sabtu 13 Maret 2021, Ada yang Perlu Waspadai Penyakit Iri dan Dengki

1. Hidup Susah, Nenek Madura Diduga Dicurangi Oknum Agen E-Warung, Tak Sadar Dana BPNT Miliknya Dicuri

Nenek Rasimi (72) warga Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, JumatĀ  (12/03/2021).
Nenek Rasimi (72) warga Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jumat  (12/03/2021). (TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA)

Kisah pilu dialami seorang nenek di Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, bernama Rasimi.

Bantuan ekonomi yang diberikan pemerintah kepada nenek kelahiran 1949 itu diduga dicuri seorang agen E-Warung.

Kejadian itu bermula saat Rasimi menitipkan kartu BPNT miliknya ke seorang agen E-Warung inisial HN di desa setempat pada Juni 2020 lalu.

Menurut cucu nenek Rasimi, Nuraini, kartu itu dititpkan ke agen E-Warung karena sebelumnya pada saat kumpulan PKH dirinya dianjurkan untuk memilih antara KPM BPNT dan KPM PKH karena kebetulan nenek Rasimi dan cucunya satu KK.

"Dulu saat kompolan saya diminta untuk memilih. Mau milih PKH apa BPNT karena dalam satu KK katanya tidak boleh nerima dua program, akhirnya saya memilih PKH," tutur Nuraini kepada TribunMadura.com, Jumat  (12/03/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved