Rabu, 15 April 2026

Berita Surabaya

Menganggur, Pemuda asal Surabaya ini Gelap Mata Lewat Panti Asuhan, Bawa Kabur Notebook dan Ponsel

Warga Surabaya ini malah mencuri satu unit notebook dan dan ponsel di panti asuhan.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Kolase Polsek Wiyung dan Freepik
Husaini (19) pelaku pencurian di panti asuhan 

Reporter ; Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Panti asuhan yang semestinya menjadi tempat untuk membantu sesama digunakan M Husaini (19) untuk berbuat jahat.

Tanpa disangka, warga Surabaya itu mencuri notebook merk Lenovo dan ponsel merk Oppo di panti asuhan tersebut.

Kapolsek Wiyung, AKP Sujari mengatakan, pelaku masuk ke panti asuhan dengan cara memanjat pagar tembok depan pada Minggu (21/2/2021) pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Viral Jembatan Panjang 4 Meter Seharga Rp 200 Juta di Gresik, Kepala Desa Sebut Ada Kesalahpahaman

Baca juga: BMKG Sebut Adanya Potensi Gempa dan Tsunami di 5 Titik di Jawa Timur, Ada di Pacitan dan Trenggalek

Husaini lalu masuk ke ruangan musala dengan mudah, karena pintu tidak terkunci.

Di dalam musala, pelaku mengambil notebook yang berada di dalam lemari.

Selain itu, pelaku juga masuk ke kamar penghuni panti.

Di kamar tersebut, pelaku mencuri ponsel yang diletakkan di atas kasur.

"Setelah mencuri, pelaku keluar memanjat tembok depan. Aksi pelaku terekam CCTV," kata AKP Sujari, Jumat (19/3/2021).

Keesokan harinya, pihak panti asuhan melapor ke Polsek Wiyung.

Polisi lalu melakukan olah TKP dan memeriksa saksi.

Baca juga: Pemkab Sampang Hadiri Verifikasi Lapangan Implementasi Strategi PUG untuk Penilaian APE

Baca juga: Puluhan Petugas Lapas Narkotika Klas IIA Pamekasan Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Dari hasil olah TKP, pelaku terekam CCTV panti asuhan.

Selang tiga hari kemudian pelaku diringkus di rumahnya tanpa perlawanan.

"Awalnya sempat mengelak, namun setelah kami tunjukkan rekaman CCTV tak dapat berkilah, dan mengakui perbuatannya," lanjutnya.

Sementara itu, pelaku Husaini mengaku notebook dan ponsel yang dicuri sudah dijual di pasar malam di kawasan Wonokromo.

"Dari penjualan notebook dan HP dapat uang Rp 800 ribu," akunya.

Uang tersebut, kata dia, sebagian besar sudah digunakan kebutuhan sehari-hari dan tinggal sisa Rp 150 ribu.

"Saya nggak kerja. Uangnya buat makan dan keperluan sehari-hari," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved