Program Pemberian Makan dan Jaminan Kesehatan Khusus Lansia se-Pamekasan Akan Segera Berjalan

Dinsos Kabupaten Pamekasan, Madura, memastikan program pemberian makan dan jaminan kesehatan bagi warga lansia akan terlaksana dalam waktu dekat.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kepala Dinas Sosial, Moh Tarsun saat memaparkan program lanjut usia dengan sejumlah OPD di ruang Pendopo Peringgitan Dalam, Kamis (21/1/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pamekasan, Madura, memastikan program pemberian makan dan jaminan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia) akan terlaksana dalam waktu dekat.

Kepala Dinsos Pamekasan, Moch. Tarsun mengatakan, sedang melakukan verifikasi awal (verfal) tahap kedua terhadap para penerima manfaat.

Kata dia, data yang diusulkan pemerintah desa melalui kecamatan banyak tidak sesuai dengan kriteria yang tertuang dalam Peraturan Bupati (perbup).

Dalam Perbup Pamekasan tersebut di pasal 5 menerangkan bahwa lansia yang masuk dalam program itu meliputi lansia hidup sebatang kara, lansia bersama anak di bawah umur yang tidak potensial, dan lansia bersama disabilitas yang tidak potensial.

Baca juga: Profil dan Biodata Cynthiara Alona, Mantan Model Tersangka Prostitusi Online, Punya Bisnis Properti

Baca juga: Kebakaran Hebat Menghanguskan Mobil di SPBU Buring Malang, Pemilik Alami Kerugian hingga Rp 750 Juta

Menurutnya, data yang diusulkan oleh pemerintah desa dari 178 desa dan 11 kelurahan berjumlah 4.240 lansia.

Tetapi setelah dilakukan verfal tahap pertama menjadi 2.800 lansia.

Namun, jumlah itu masih cukup tinggi lantaran anggaran yang disediakan hanya Rp 4 miliar dengan jatah makan dua kali sehari dan jaminan kesehatan untuk para lansia.

"Sebelum Perbup itu dirumuskan, dan semua Kepala Desa yang diminta data memasukkan data lewat Kecamatan itu berjumlah 4.240 orang, setelah disandingkan dengan kriteria akhirnya verfal pertama menjadi 2.800 orang," kata Moch. Tarsun, Jumat (19/3/2021).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu juga menjelaskan, anggaran Rp 4 miliar yang disediakan oleh Pemkab Pamekasan tersebut untuk 400 lansia yang tersebar di 13 kecamatan. 

Namun, jumlah itu bisa bertambah, sebab Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang memiliki program itu memberi peluang untuk dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2021.

Baca juga: Mulai 23 Maret 2 Kamera CCTV di Lamongan Siap Menerkam Pelanggar, Hati-hati saat Melintas

Tarsun melanjutkan, setelah verfal tahap dua selesai akan dilanjutkan verfal tahap ketiga dengan mengunjungi langsung rumah calon penerima manfaat untuk memastikan program Bupati tersebut benar-benar tepat sasaran.

"Tapi saya pesankan ke tim jangan terpaku ke 400 orang, tapi semua lansia yang masuk pada kriteria di Perbup itu masukkan semua," peringatnya.

Menurut Tarsun, pada verfal tahap tiga nantinya akan diketahui jumlah penerima manfaat dari program Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut tersebut. 

Sebab, banyaknya data usulan yang masuk lantaran pemerintah desa tidak mengetahui kriteria yang ditentukan dalam Perbup.

"Pak Bupati masih membuka ruang, seandainya lebih dari 400 lansia mungkin masih bisa di PAK (perubahan anggaran keuangan) atau dikoordinasikan dengan BUMN, BUMD atau para dermawan, swasta bisa bergabung," tandasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved