Breaking News:

Berita Surabaya

Syarat Penukaran Uang Baru Pecahan Rp 75.000 Makin Longgar, 1 KTP Bisa Tukar 100 Lembar Per Hari

Masyarakat bisa menukarkan uang baru pecahan Rp 75.000 dengan menerapkan syarat 1 KTP berlaku untuk penukaran maksimal 100 lembar per hari.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
Warga menunjukkan pecahan uang baru Rp 75.000, Kamis (20/8/2020). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penukaran uang baru pecahan Rp 75.000 kini tidak sesulit dulu.

Bank Indonesia telah melonggarkan kebijakan kuota penukaran uang baru pecahan Rp 75.000.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan, Bank Indonesia saat ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki sebanyak-banyaknya uang baru pecahan Rp 75.000.

Caranya, masyarakat bisa menukarkan uang baru pecahan Rp 75.000 dengan menerapkan syarat 1 KTP berlaku untuk penukaran maksimal 100 lembar per hari.

Baca juga: Kronologi Skandal Perzinahan Ibu Kades dan Anak Buahnya, Aksi Perselingkuhan Diungkap Sang Suami

Baca juga: Pemkot Surabaya Wacanakan Peserta UTBK SBMPTN 2021 Lakukan Rapid Test Sebelum Mengikuti Ujian

Baca juga: Pengumuman SNMPTN 2021 Lewat https://pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id, Simak Cara Melihat Hasilnya

“Jadi untuk masyarakat yang telah melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI dapat kembali dan terus melakukan penukaran uang,” urai Erwin, Senin (22/3/2021).

Erwin menjelaskan, mekanisme memperolehnya bisa dilakukan secara individual atau kolektif di Kantor BI yang ada di tiap daerah masing-masing.

Tata cara pemesanan dan penukaran uang baru, sama dengan mekansime sebelumnya.

“Masyarakat dapat melakukan pemesanan individu melalui PINTAR (https://pintar.bi.go.id) dan memilih tanggal penukaran yang sama dengan tanggal pemesanan (penukaran H+0) apabila pemesanan dilakukan sebelum pukul 11.30 waktu kantor BI setempat,” jelas Erwin menjabarkan.

Jika masyarakat merasa masih bingung, lanjutnya, maka mekanisme penukaran individu maupun kolektif dapat dilihat dalam aplikasi PINTAR.

Baca juga: Park Eun Seok, Pemeran Tokoh Logan Lee Ungkap Sosok Tipe Idealnya di Antara 3 Wanita The Penthouse

Baca juga: 40 KPM di Desa Terrak Pamekasan Terima BLT DD Rp300 Ribu, Penyerahan Bantuan Dikawal Ketat TNI-Polri

Erwin menambahkan, bahwa penyempurnaan mekanisme penukaran UPK 75 Tahun RI ini diharapkan dapat memberi kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan lebih banyak UPK 75 Tahun RI, sekaligus sebagai bentuk upaya peningkatan layanan publik BI.

Selain itu, diharapkan pula masyarakat tetap patuh menerapkan prokes saat melakukan penukaran uang.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam rangka mitigasi penyebaran Covid-19,” pungkas Erwin.

Untuk diketahui, UPK 75 Tahun RI yang dikeluarkan pada 17 Agustus 2020 lalu merupakan alat pembayaran yang sah (legal tender) di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved