Breaking News

Berita Bangkalan

Universitas Trunojoyo Madura Tawarkan Riset Unggulan Atasi Ketergantungan Garam Impor

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang rencana impor garam sebanyak 3,07 ton pada tahun ini.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif mengkritisi rencana pemerintah terkait impor garam melalui Press Release yang digelar di Lantai V Gedung Rektorat UTM, Rabu (24/3/2021). 

Pada rekomendasi kedua ini, UTM menawarkan pembuatan produksi garam terintegrasi (64 titik sebaran potensi garam di Indonesia) menggunakan beberapa macam teknologi.

Seperti  teknologi mempercepat proses penuaan air tua hingga pemurnian air umpan.

“Dan yang paling utama, kami tawarkan inovasi teknologi untuk peningkatan kualitas garam rakyat yang akan diletakkan pada koperasi garam rakyat,” jelas Syarfi.

Ia memaparkan, teknologi mekanis inovasi PUI Universitas Trunojoyo Madura mempunyai keunggulan sangat tinggi. Baik dari sisi kemampuan mengolah garam krosok menjadi garam industry. Selain itu, nilai investasi alatnya sangat murah dibandingkan dengan nilai produksi yang akan dihasilkan.

“Alat inovasi kami, dalam skala laboratorium terbukti kompetitif dalam biaya produksi, losses produksi sangat rendah; dan hasil garam bebas cemaran bahan berbahaya. Karena tidak menggunakan proses pembakaran bahan bakar fosil,” paparnya.

Dikarenakan alat tersebut harganya sangat terjangkau, lanjut Syarif, maka sasarannya adalah petambak garam, kelompok petambak garam, atau koperasi garam.

“Petambak tidak boleh menjual garam krosok. Dengan demikian, kesejahteraan akan meningkat dan garam kita dapat memenuhi kebutuhan industry berbasis garam,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2019 Universitas Trunojoyo Madura telah melakukan kegiatan penyusunan masterplan, detail engineering design lahan, penyiapan lahan pembuatan tanggul pembatas, pencetakan tambak garam, dan rencanan pembangunan flow down system (FDS).

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Riset Unggulan Inovasi Garam, Universitas Trunojoyo Madura berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas garam lokal melalui tekhnologi FDS dan purifikasi.  

Pemerintah melalui Direktorat Kelembagaan Kemenristek Dikti lantas menetapkan UTM sebagai satu-satunya Pusat Unggulan Iptek (PUI) Garam pada November 2017. 

UTM diharpakna mampu menjadi solusi dari berbagai permasalahan kebutuhan garam nasional.

Hal itu tidak lepas atas peran penting Laboratorium Garam di Kampus Universitas Trunojoyo Madura yang sukses mengembangkan inovasi garam yang sudah diprototipe, Garam Pangan dan Garam Non Pangan.

Inovasi produksi Garam Pangan meliputi garam healthy kaya mineral. Hasil fortifikasi garam dengan ekstrak kelor, alga laut, rumput laut, dan flora fauna laut. Sedangkan inovasi produksi Garam Non Pangan yang berhasil diprototipe antara lain garam lifestyle.

Hasil purifikasi untuk garam kecantikan, spa dan sauna, garam industry, garam farmasi, dan garam analisis.

Kampus negeri yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan itu kini memiliki Laboratorium Lapang PUI Garam di Desa Padelegen Kecamatan Pademewu Kabupaten Pamekasan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved