Virus Corona di Jember

Kecamatan Mumbulsari Jember Masuk Zona Hijau, Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 Selama 4 Pekan

Ada satu kecamatan di Kabupaten Jember masuk zona hijau (tidak ada kasus virus corona) dalam peta sebaran Covid-19.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Freepik
ILUSTRASI - virus corona 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Satu kecamatan di Kabupaten Jember masuk zona hijau (tidak ada kasus virus corona) dalam peta sebaran Covid-19.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, sebanyak 31 kecamatan di Kabupaten Jember kini terbagi dalam tiga zona peta sebaran Covid-19.

Ketiga zona itu adalah oranye (zona risiko sedang) 12 kecamatan, 18 kecamatan zona kuning (risiko rendah), dan satu kecamatan zona hijau (tidak ada kasus) di Kabupaten Jember.

Secara keseluruhan, Kabupaten Jember kini berada di zona kuning peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur.

"Mumbulsari masuk ke zona hijau karena tidak tercatat adanya kasus baru Covid-19 atau tidak ada penambahan kasus dalam empat minggu terakhir dan angka kesembuhan 100 persen," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr Wiwik Supartiwi kepada Surya ( grup TribunMadura.com ), Minggu (28/3/2021).

Wiwik menegaskan, Satgas Penanganan Covid-19 terus berupaya menekan terjadinya kasus baru Covid-19 di Jember.

"Kami berupaya terus menekan, supaya tidak terjadi kasus baru. Dan targetnya memang semua kecamatan bisa masuk ke zona hijau," imbuhnya.

Untuk menuju seluruh kecamatan di Jember masuk zona hijau, kata Wiwik, sejumlah upaya dilakukan, satu di antaranya operasi yustisi penegakan disiplin.

Protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas), yang selalu dikampanyekan oleh Satgas mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai oleh perangkat di piranti kelurahan/desa, juga RW, dan RT.

"Prokes 5M itu terus kami gencarkan. Kami juga minta tolong kepada banyak elemen masyarakat, tidak hanya melalui Satgas," tegas Wiwik.

Ketika ditanya perihal pelacakan kasus, Wiwik menjawab, pihaknya terus melakukan pelacakan. Setiap di satu lokasi ditemukan satu kasus positif baru, maka pihaknya langsung melacak.

Jika orang terkonfirmasi itu memiliki keluarga, maka keluarga juga langsung menjalani tes cepat antigen, dan melakukan isolasi mandiri.

"Selain itu, untuk vaksinasi juga terus kami gencarkan demi terwujudnya herd immunity (kekebalan kelompok). Untuk mencapai ini, memang kami masih tergantung kepada vaksin yang kami terima," katanya.

"Secara bertahap, semua sasaran akan divaksin demi terwujudnya kekebalan kelompok ini," tegasnya.

Karena saat ini belum terwujud 'herd immunity', Wiwik meminta seluruh warga Kabupaten Jember tetap menjalankan protokol kesehatan 5M.

Sementara itu berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember hingga 27 Maret 2021, kasus aktif di Jember masih 37 orang (0,55 persen). Rincian mereka yang terkonfirmasi itu, 18 orang dirawat di rumah sakit, dan 19 orang menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan angka kematian mencapai 6,56 persen atau 443 orang meninggal dunia, dan pasien sembuh mencapai 6.271 orang (92,89 persen).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved