Breaking News:

Berita Lumajang

Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Awal April 2021, BB TNBTS Lakukan Pembersihan hingga Perbaikan

Jalur pendakian Gunung Semeru akan segera dibuka kembali pada awal April 2021 mendatang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Tribun Travel/Sinta Agustina
Puncak Mahameru Gunung Semeru dilihat dari Kalimati. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Jalur pendakian Gunung Semeru akan segera dibuka pada awal April 2021 mendatang.

Pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru dilakukan dalam keputusan rapat koordinasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS)  bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru, Forkopimda, aparat desa Ranupane, dan kalangan masyarakat.

"Pendakian Gunung Semeru akan dibuka dan dirilis tanggalnya secara resmi secepatnya," kata Plt Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Novita Wardani, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Istri Ngomel Lemari Es yang Dibeli Rusak, Suami Datangi Penjual dan Aniaya Korban sampai Luka Robek

Baca juga: Promo KFC Berlaku Hari ini sampai 31 Maret 2021, Paket Spesial 5 Potong Ayam + 3 Nasi Mulai Rp68.182

Baca juga: Sorenya Masih Ngobrol Bareng Istri, Kakek di Kediri Ditemukan Tewas Gantung Diri pada Malam Hari

"Yang jelas dari hasil rakor pendakian semeru akan dibuka Awal April," sambung dia.

Novita melanjutkan, terkait rencana itu, pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan di lapangan.

Persiapan itu di antaranya, membersihkan semak belukar yang menutup jalur pendakian, memperbaiki jalur yang longsor, serta memasang papan-papan imbauan.

Katanya, ketika jalur pendakian Gunung Semeru dibuka, pihaknya bakal menerapkan skrining kesehatan ketat bagi para pengunjung.

Itu dilakukan agar Gunung Semeru tidak menjadi kluster penyebaran virus corona.

Selain itu, pada awal pembukaan pihaknya tidak bisa membuka kuota pendaki secara banyak. Pengunjung akan dibatasi 30 persen dari kuota normal.

"Dengan lama pendakian maksimal 3 hari 2 malam. Tapi nanti kalau dari evaluasi ternyata aman bertahap kuota kami tingkatkan hingga 50 persen," ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Novita, di awal pembukaan pendaki hanya direkomendasikan berkunjung sampai batas 1 kilometer dari Puncak Mahameru.

Artinya, kawasan terakhir yang boleh dikunjungi pendaki hanya sampai di Kalimati.

"Imbauan itu karena aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif," ungkapnya.

Sebagai catatan, pendakian Gunung Semeru sejak 30 November akibat adanya peningkatan klimatologi dan curah hujan yang tinggi memungkinkan terjadinya badai.

Di samping itu penutupan juga dalam rangka pemulihan atau revitalisasi ekosistem.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved