Breaking News:

Berita Pamekasan

Tangkal Paham Radikalisme, Forpimda Pegantenan Pamekasan Gelar Sosialisasi dan Edukasi ke Masyarakat

Forum Pimpinan Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan menggelar sosialisasi dan edukasi menangkal paham radikalisme.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Puluhan masyarakat mengikuti sosialisasi dan edukasi untuk menangkal paham radikalisme yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Pegantenan, Bripka Joni Indra, Rabu (31/3/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Forum Pimpinan Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat setempat agar menangkal paham radikalisme, Rabu (31/3/2021).

Sosialisasi yang dilakukan di rumah warga setempat ini dihadiri oleh puluhan masyarakat sekitar, 

Sosialisasi dan edukasi untuk menangkal paham radikalisme itu digelar seiring dengan adanya aksi terorisme pelaku aksi bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katedral Makassar, pada Minggu (28/3/2021).

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Masa Lalu Pria Sumenep Bersimbah Darah hingga Pelajar Tenggelam di Sungai

Baca juga: BREAKING NEWS - Mayat Wanita Ditemukan di Pintu Kamar Penginapan Pantai Ngliyep Malang

Baca juga: Sempat Tertunda, Pencairan BPNT di Pamekasan Madura Sudah Bisa Dilakukan, Tahap I Ada 24.585 KPM

Acara sosialisasi itu dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Pegantenan, Bripka Joni Indra, Camat Pegantenan, Benny Hendiyanto dan Babinsa Pegantenan, Serka Attikur Rahman.

Selain itu, juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama.

Bhabinkamtibmas Pegantenan, Bripka Joni Indra mengajak masyarakat setempat agar bersama-sama melakukan langkah antisipasi atau persuasif guna menangkal masuknya paham radikalisme dan terorisme.

Ia meminta semua masyarakat agar mampu bersama-sama mencegah masuknya pemahaman radikalisme ke wilayah setempat.

"Peran serta tokoh masyarakat dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif ini sangatlah penting. Untuk itu kami melakukan koordinasi agar semua pihak dapat bekerja sama," kata Bripka Joni Indra dihadapan puluhan masyarakat.

Menurut dia, munculnya paham radikalisme mampu membuat sebagian masyarakat yang dulunya saling bertoleransi menjadi intoleransi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved