'Cuma 10 Menit' Dua Wanita ini Ngaku Ketagihan Karena Dapat Duit Instan, Hidupi Keluarga Hasil PSK
Kisah PSK yang mengaku menghidupi keluarganya dari hasil menjadi kupu-kupu malam. Pengalaman ini adalah dari remaja 16 tahun dan janda 20 tahun
TRIBUNMADURA.COM - Kisah PSK yang mengaku menghidupi keluarganya dari hasil menjadi kupu-kupu malam.
Pengalaman ini adalah dari remaja 16 tahun dan janda 20 tahun yang terjerumus di dunia prostitusi online.
Terlebih saat pandemi, ekonomi yang sulit membuat mereka lebih memilih tetap menjadi PSK.
Pengakuan keduanya itu diketahui setelah terjaring Satpol PP Kota Tangerang.
Penangkapan itu melalui penyamaran sebagai pelanggan.
Baca juga: AC Milan Tampak Kesulitan Salip Inter Milan, Jika Scudetto Pupus AC Milan Hampa Musim ini
Baca juga: Anak Perempuan Buka Pintu Langsung Kaget Saat Lihat Ibunya Tewas Tergantung, Diduga Depresi
Baca juga: Posisi Elsa Terancam, Papa Surya Kaget Tahu Elsa dengan Roy, ni Sinopsis Ikatan Cinta 4 April 2021
Mereka menjalankan prostitusi online dengan menjajakan diri melalui jaringan aplikasi online, lalu ekskusi di sebuah apartemen.
MW (16 tahun), misalnya, mengaku tergiur dengan hasil yang didapat dengan menjual diri kepada pria hidung belang.
"Paling murah Rp300 ribu, pernah dapet Rp 800 ribu buat sekali main, itu enggak sampai 10 menit," kata MW.
MW yang mengaku baru berusia 16 tahun tersebut lebih memilih menjadi PSK ketimbang melanjutkan sekolahnya.
Kerena menurutnya merasa lebih nyaman dengan hasil yang didapat dengan menjual diri.
"Lagian ayah juga enggak bakalan kuat biayain saya. Adik saya dua masih SD," katanya.
"Kerjanya (ayah) saja enggak jelas. Kadang seminggu sekali dapat duit kadang dua Minggu, namanya juga tukang servis listrik panggilan," ungkapnya.
Di sisi lain, dirinya dapat membantu kedua orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, MW menyebut kedua orang tuanya tidak mengetahui profesi sebenarnya dari anak sulung itu.
"Orang tua tidak tahu, tiap hari pulang paling malem banget saya pulang jam 11 malam.