SNMPTN 2021

Unair Berharap Rapid Test Tak Jadi Syarat Peserta UTBK SBMPTN 2021 Mengikuti Ujian, Ini Alasannya

Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya telah melakukan asesment ke pusat-pusat UTBK di Kota Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
ilustrasi - Petugas medis melakukan rapid test 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Panitia Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) SBMPTN 2021 di Kota Surabaya berharap jika rapid test tidak lagi menjadi syarat peserta mengikuti ujian.

Ketua Pusat UTBK Unair, Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto mengungkapkan, Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya telah melakukan asesment ke pusat-pusat UTBK di Kota Surabaya

"Assesment pusat UTBK kedua akan dilakukan tanggal 5 - 6 April 2021," kata dia saat dikonfirmasi, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Ada Benda Mencurigakan Ditemukan di Terminal Purbaya Madiun, Tim Penjinak Bom Datang ke Lokasi

Baca juga: Tes SBMPTN 2021 Dimulai 12 April, Peserta UTBK di Kota Malang Wajib Mengikuti Rapid Test Antigen

"Dari asesment pertama rekomendasinya, kami diminta betul-betul melaksanakan prokes ketat," sambungnya.

"Mungkin karena sudah ada kajian yang dilakukan oleh tim bahwa memang tidak diperlukan rapid test atau antigen," ujarnya.

Sambil menunggu rekomendasi pasti pelaksanaan UTBK di Surabaya, Prof Bambang meminta para peserta UTBK SBMPTN 2021 untuk menjaga kesehatan dengan cara yang mudah dan aman.

Para peserta UTBK SBMPTN 2021 diminta menerapkan prokes dan isolasi mandiri di rumah 14 hari sebelum tes.  

"Intinya di rumah, betul-betul isolasi mandiri dan persiapan tidak hanya tes tapi juga fisik. Sehingga saat tes, mereka fit dan sehat," lanjutnya.

Karena tidak adanya wacana mewajibkan rapid test, Unair tahun ini juga tidak menyediakan tempat rapid test untuk peserta seperti tahun lalu.

"Tidak ada cadangan rapid tes. Tetapi kami akan melakukan sampling pada peserta sebelum memulai ujian untuk dirapid test," kata dia.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Beri Beasiswa Mahasiswa Jurusan Kedokteran di Unair, Targetkan 20 Orang Penerima

"Kami juga memiliki instrumen untuk survei selama ini untuk dosen, tendik dan mahasiswa. Nanti akan kami terapkan pada calon peserta," urainya. 

Diharapkan sehari sebelum ujian, peserta bisa mengisi blanko survei secara online untuk memastikan bahwa peserta memang sehat dan tidak berpergian jauh.  

Tahun ini, peserta yang mengikuti ujian di Unair mencapai 19.143 peserta.

Unair menyediakan kapasitas 28.000 pendaftar untuk tes di Unair, dengan 1.005 peserta dalam satu sesi ujian

“Tes akan dilaksanakan selama satu minggu dan tiap harinya dibagi menjadi 2 sesi. 28.000 peserta ujian itu nanti juga akan disebar di 3 tempat, Kampus A, Kampus B, dan Kampus C Unair," tutur dia.

"Tujuannya tentu agar tidak menimbulkan kerumunan, sebagaimana protokol kesehatan,” imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved