Breaking News:

Berita Lumajang

Kepala Sekolah dan Guru di Lumajang Sulut Tangan Siswa dengan Korek Api hingga Melepuh, Kini Dipecat

Seorang kepala sekolah madrasah dan guru dipecat karena menyulut tangan siswanya saat mengungkap aksi pencurian uang sekolah.

TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
SM (kanan) dan F (kiri) saat berada di Polsek Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (5/3/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Seorang kepala sekolah madrasah di Kabupaten Lumajang berinisial SM dan guru berinisial F berurusan dengan polisi.

Keduanya berurusan dengan polisi setelah menyulut tangan siswa-siswinya dengan korek api.

Aksi itu dilakukan keduanya saat ingin mengungkap aksi pencurian uang sekolah yang hilang.

Baca juga: Jalanan Gelap dan Mendung, Pengendara Motor Tak Sadar Tabrak Mobil Mogok Terparkir, Tewas di Lokasi

Baca juga: Di Bawah Terik Sinar Matahari, Dua Warga Pamekasan Disanksi Hormat Bendera Karena Tak Pakai Masker

Baca juga: Penjual Miras di Pamekasan Diamankan, Polisi Bersih-Bersih Penyakit Masyarakat Jelang Ramadan 2021

Uang sekolah sebesar Rp 12 ribu itu hilang dan pihak sekolah melakukan investigasi dengan aksi tersebut.

Kejadian itu berlangsung pada 26 Maret 2021.

Saat itu, SM menerima laporan dari F jika uang tabungan sekolah sebesar Rp 12 ribu tiba-tiba hilang.

F curiga uang tersebut hilang dicuri oleh satu di antara 10 siswa kelas 4.

SM dan F akhirnya mencoba berkomunikasi satu persatu dengan muridnya.

Tapi ternyata, siswanya tidak ada yang mengaku.

Akhirnya, SM berinsiatif mengetes kejujuran dengan menyulutkan korek api ke tangan anak-anak didiknya.

Baca juga: Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka di Ponorogo, Hanya Siswa Kelas 6 SD dan 9 SMP yang Masuk

Baca juga: Pasca Aksi Teror di Mabes Polri, Akses Masuk Polres Tuban Diperketat, Kapolres: Mereka Suka Nyamar

Halaman
12
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved