Berita Magetan
Santri Salto di Bak Tandon Air, Ditunggu Temannya Tak Kunjung Muncul, Kondinya Tewas Tenggelam
Salah satu santri lalu salto ke bak tandon tersebut. Teman-temannya masih menunggu, tapi santri itu tak kunjung muncul dari air.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Lima anak santri sekitar belasan tahun datang untuk bermain di sekitar bak tandon air proyek.
Salah satu santri lalu salto ke bak tandon tersebut.
Teman-temannya masih menunggu, tapi santri itu tak kunjung muncul dari air.
Namun malah berujung maut.
Baca juga: Video Becak Bergoyang di Pinggir Jalan, Ada Kepala Wanita Maju Mundur, Tukang Becak Bersihkan Celana
Baca juga: Kode Redeem FF Update 8 April 2021, Tukar Kode di reward.ff.garena.com/id, Ikuti Event Menarik
Baca juga: Ulang Tahun ke-1, CC-Mart Siap Bangun 50 Gerai Baru di Madura dan Wilayah Jawa Timur Lainnya
Andrian (13), anak warga Dusun Banaran, Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meninggal dalam bak tandon air proyek Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS) di Dusun Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berkedalaman kurang lebih tiga meter.
Ketika pekerja proyek istirahat, lima anak santri rata rata berusia sekitar belasan tahun, tanpa sepengetahuan pelaksana proyek, bermain main disekitar proyek bak tandon air Pamsimas yang tengah dikerjakan.
"Korban ini yang pertama salto terjun ke dalam bak tandon yang baru digali, kendati baru digali, rencana bak tandon yang memiliki panjang tujuh meter, lebar tiga meter dan berkedalaman lebih tiga meter ini bawah masih lumpur tanah liat," kata Kapolsek Plaosan, Resor Magetan, AKP Muhammad Munir Palevi kepada Surya ( TribunMadura.com network ), Kamis (8/4)
Begitu terjun ke dalam air, lanjut Kapolsek Munir, ditungu tunggu teman temannya korban tidak muncul muncul lagi ke permukaan, setelah kurang lebih lima menit keempat temannya ini baru teriak teriak minta tolong.
Namun warga setempat tidak ada yang berani, masuk ke air bak tandon itu, hingga akhirnya melapor ke Polsek, sekitar Kamis (8/4) pukul 13.00.
"Kami langsung menghubungi tim BPBD Kabupaten Magetan.
Begitu tim BPBD di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban dari dalam bak tandon proyek Pamsimas yang baru di gali.
Posisi korban saat diangkat, dalam keadaan berdiri didalam air dan kakinya masuk ke lumpur sebatas lutut,"kata AKP Munir.
Kelima anak belasan tahun, yang bermain di proyek bak tandon air itu, termasuk korban, santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin, Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yang jaraknya sekitar 50 meter dengan proyek bak tandon itu.
Setelah korban berhasil di evakuasi dari dalam air, langsung di bawa ke pelataran masjid Ponpes Hidayatul Mubtadiin.
Baca juga: Rumah Mantan Bupati Gresik Sambari di Surabaya Didatangi Petugas KPK, Ini Kata Penjaga Rumah
Baca juga: SUPER Hoki, 7 Shio Ini Diprediksi Dinaungi Keberuntungan Besok Jumat 9 April 2021, Kamu Termasuk?
Kedua orangtua korban yang dihubungi langsung ke Ponpes.