Gempa di Malang

Nestapa Kadelan Melihat Rumahnya Hancur Karena Gempa, Baru Dibangun, Hasil dari Kerja di Brunei

Debu beterbangan saat tembok sisi timur dapur rumah Kadelan (53), warga Dusun/Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, ambruk.

Penulis: David Yohanes | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Warga Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir gotong royong menyingkirkan puing rumah Kadelan yang ambruk dilanda gempa bumi. 

Di tengah perjalanan, ayah tiga anak ini bertemu dengan istrinya yang bermaksud menyusul.

“Begitu ketemu istri di tengah jalan mau menyusul, saya sudah tahu ada sesuatu terjadi di rumah,” sambung Kadelan.

Benar saja, saat tiba di rumah, dapur sudah ambruk menyisakan tembok sisi timur.

Tembok itu kemudian diambrukkan sekalian, karena dianggap membahayakan.

Namun Kadelan mengucap syukur, istri dan ayahnya selamat.

“Untung rumah utama tidak ikut ambruk. Padahal usianya jauh lebih tua,” katanya.

Kadelan pun mengambil barang-barang yang masih bisa dipakai dari dalam dapur.

Ternyata semua barang berharga, seperti lemari es, penanak nasi elektrik dan sepeda di dalamnya masih utuh.

“Itu yang aneh, semua barang yang masih punyai nilai ternyata tidak kena puing-puing. Semua masih bisa dipakai,” ujarnya.

Gempa hebat dirasakan di Tulungagung selama dua menit, mulai pukul 14.00 WIB.

Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung masih mendata kerusakan yang ditimbulkan.

Sejauh ini sudah ada belasan rumah yang rusak ringan hingga kategori berat.

Mulai dari genteng rontok, tembok retak, tembok ambruk, tembok jebol, pondasi rusak hingga ambruk.

Satu warga Dusun Banjaran, Desa Domasan, Kecamatan juga menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung karena tertimpa reruntuhan.

Korban harus menjalani CT Scan untuk memastikan kondisi lukanya. (David Yohanes)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved