Breaking News:

Berita Kediri

Syarat Naik Kereta Api Diperketat Sejak Ada Larangan Mudik Lebaran 2021, Simak Ketentuannya di Sini

PT KAI Daop 7 Madiun melakukan update syarat naik kereta api pada masa pra dan pasca larangan mudik pada Lebaran 2021.

TRIBUNMADURA.COM/Farid Mukarrom
Pintu masuk Stasiun Kediri, Selasa (16/2/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Pemerintah Indonesia melarang masyarakat melakukan Mudik Lebaran 2021.

Larangan itu disampaikan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadan 1442H.

Dalam SE tersebut disampaikan jika warga dilarang Mudik Lebaran 2021, mulai tanggal 6 - 17 Mei 2021 dan berlaku bagi semua kalangan.

Baca juga: Dishub Kantongi Titik Rawan Macet di Kota Malang selama Lebaran 2021, Siap Kirim Personel ke Lokasi

Baca juga: Bupati Jember Hendy Siswanto Larang ASN Pemkab Mudik Lebaran 2021, Panggil Stakeholder Gelar Apel

Baca juga: Ada yang Meninggal hingga Data Ganda, 70 Ribu KPM di Gresik Dicoret dari Daftar Penerima Bantuan

Kemudian dalam Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021, Pemerintah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 (pra) peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 (pasca) peniadaan mudik (18 – 24 Mei 2021).

“PT KAI Daop 7 Madiun mendukung penuh upaya pemerintah terkait pengetatan aturan pada periode pra dan pasca peniadaan mudik guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Sabtu (24/4/2021).

Ixfan Hendriwintoko menambahkan, menunjuk Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021 tersebut, maka PT KAI Daop 7 Madiun melakukan update syarat naik kereta api pada masa pra dan pasca larangan mudik pada Lebaran 1442 H.

Bagi penumpang kereta api antarkota, terdapat perubahan masa berlaku screening covid-19.

Bila sebelumnya hasil tes PCR dan rapid tes antigen berlaku 3 x 24 jam sejak pengambilan sampel, maka pada pra peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan pasca peniadaan mudik (18 – 24 Mei 2021) masa berlaku tes PCR, rapid tes antigen dan tes GeNose C19 menjadi maksimal 1 x 24 jam.

“Pada masa pra dan pasca larangan mudik, kereta api angkutan penumpang masih tetap beroperasi, hanya saja persyaratan bagi pelanggan diperketat,” jelas Ixfan.

Baca juga: Harga Daging Ayam di Tuban Naik Jadi Rp35 Ribu Perkilo, Diprediksi Terus Meroket Jelang Lebaran 2021

Baca juga: Wali Kota Pasuruan Gus Ipul Berharap Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Tenggelam Segera Ditemukan

Bagi masyarakat yang ingin melengkapi persyaratan menggunakan KA Jarak Jauh, di wilayah PT Daop 7 Madiun telah tersedia enam stasiun yang memiliki fasilitas rapid test antigen seharga Rp 85.000, sedangkan untuk tes GeNose C19 seharga Rp 30.000 ada di tujuh stasiun.

Adapun stasiun tersebut antara lain Stasiun Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung dan Blitar.

"Selama bulan April, Daop 7 Madiun melayani 22.494 calon penumpang yang melakukan screening Covid-19 di stasiun atau sebanyak 73,6 persen dari total penumpang KA jarak jauh yang naik di Daop 7 sebanyak 30.565 pelanggan," ujar Ixfan

Dikatakan, dukungan KAI terhadap kebijakan pemerintah mulai dari pembatasan jumlah penumpang, persyaratan naik KA selama masa pandemi, termasuk peniadaan angkutan mudik pada Lebaran 1.442 H adalah bentuk komitmen KAI sebagai moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, memastikan pelanggan dalam kondisi aman dan sehat sampai tujuan.(didik mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved