Breaking News:

Virus Corona di Malang

Penguatan PPKM Mikro RT/RW di Malang Jadi Garda Terakhir Pemantauan Mobilitas Warga saat Lebaran

Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Pemkot Malang melakukan persiapan menyambut kedatangan warga dari luar daerah

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Pemkot Malang melakukan persiapan menyambut kedatangan warga dari luar daerah 

Reporter: Rifky Edgar I Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Meski begitu, Pemerintah Kota Malang tetap melakukan persiapan menyambut kedatangan warga dari luar daerah saat lebaran nanti.

Salah satu upaya yang bakal dilakukan ialah dengan menguatkan kembali posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah RT dan RW. 

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dengan menguatkan kembali posko PPKM tersebut, nantinya akan dapat lebih mudah memantau mobilitas orang datang.

Baca juga: Inspirasi Camilan Buka Puasa Kekinian Ramadan: Resep Brulee Bomb Sehat dan Praktis untuk Keluarga

Baca juga: Sutiaji Tegaskan Belum Ada Kasus Mutasi Baru Virus Corona di Malang, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Bupati Pamekasan Tekankan Sejumlah Peringatan ke Personel Pengamanan

Baca juga: Duka Mendalam Istri Awak KRI Nanggala-402 Asal Banyuwangi: Suami Saya Sudah Tenang di Sisi Allah

"Kemarin saya sudah komunikasi dengan Dirjen. Kami tetap menguatkan di tingkat RT RW, justru yang tahu itu yang di RT RW. Ketika di sana ada orang yang baru datang, maka masyarakat harus memberi tahu kepada RT RW," ucap Sutiaji, senin (26/4).

Begitu juga bagi para pemudik yang sudah terlanjur datang, nanti diharuskan untuk mengisolasi diri di rumah isolasi.

Sembari nanti akan dilakukan tes antigen oleh tim dari puskesmas terdekat dari wilayah tersebut.

"Kalau sudah telanjur, maka dia harus berada di rumah isolasi, mengisolasikan diri. Berseiring dengan itu maka tim puskesmas akan bergerak, akan dilakukan testing antigen setiap pemudik yang masuk," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved