Berita Surabaya
Pemkot Surabaya Minta Tak Ada Takbir Keliling pada Malam Hari Raya Idul Fitri, Cegah Kerumunan Warga
Pemkot Surabaya melarang masyarakat mudik dan takbir keliling pada malam Hari Raya Idul Fitri 2021.
Penulis: Bobby Koloway | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya meminta masyarakat Kota Surabaya untuk konsisten menghindari acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Selain melarang mudik, Pemkot Surabaya juga melarang masyarakat takbir keliling pada malam Hari Raya Idul Fitri 2021.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, OPD teknis, camat dan lurah diharapkan selalu melakukan pemantauan wilayah masing-masing.
Mereka juga diminta sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Baca juga: Masyarakat yang Nekat Mudik Lebaran 2021 ke Ponorogo Akan Diskrining GeNose dan Rapid Test Antigen
Baca juga: Banjir Cuan Bisnis Tasbih dan Manik-Manik Setiap Ramadan Tiba di Kampung Arab Surabaya
Baca juga: Jelang Idul Fitri 2021, Aksi Kriminalitas di Sampang Meningkat, Polres Sampang Aktifkan King Serse
Para pihak itu diminta memantau penjualan mercon atau petasan dan juga meniadakan takbir keliling.
“Jadi, yang kita lakukan kali ini adalah persiapan untuk menjaga Kota Surabaya dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran terkait larangan mudik pada hari lebaran," kata Eri Cahyadi, Senin (26/4/2021).
"Kita semua berharap Surabaya selalu aman dan nyaman,” sambung dia.
Eri Cahyadi juga menghadiri Gelar Pasukan Larangan Mudik Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriah di Lapangan A Mapolrestabes Surabaya, Senin (26/4/2021).
Bahkan, ia juga menjadi pimpinan apel dengan didampingi oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.
Seusai upacara, mereka juga sempat mengecek kesiapan pasukan beserta armadanya.
Mereka memastikan bahwa pasukan untuk menghalau pemudik sudah siap.
Pada kesempatan itu, Cak Eri mengatakan, setelah Ramadan nanti, umat muslim akan menyambut Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti pula dengan tradisi mudik.
Baca juga: Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Malang Jelang Mudik Lebaran 2021, Kendaraan Roda 4 Jadi Atensi
Baca juga: Warga Sakit Pasti Dijenguk Kata Warga soal Sosok Komandan KRI Nanggala 402 Letkol Heri Oktavian
Namun, tradisi ini ditiadakan tahun ini sebagai antisipasi penularan Covid-19. Mengingat, saat inii masih masa pandemi Covid-19.
Penting semua elemen bangsa untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk mencegah kerumunan.
“Mudik itu sangat erat kaitannya dengan kerumunan. Sebab, saat itu masyarakat dalam jumlah besar melakukan mobilitas dalam waktu yang hampir bersamaan," katanya.