Berita Jawa Timur
Pengendara Motor Bebek Melintas di Jalan Tol Romokalisari Tersesat Gara-Gara GPS, Videonya Viral
Viral pengendara motor sedang melintas di Jalan Tol Romokalisari akibat tersesat karena menggunakan GPS.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah KS
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Warga Jawa Timur digegerkan dengan aksi pengendara motor yang terekam dalam sebuah video, Jumat (7/6/2021).
Aksi pengendara motor dalam video itu menjadi viral lantas kedapatan sedang melintas di jalan bebas hambatan atau jalan tol.
Rekaman video berdurasi 1 menit 54 detik itu diunggah dalam sebuah halaman grup Facebook oleh akun bernama Henny Sari.
Video tersebut memperlihatkan seseorang mengendarai motor jenis bebek, yang belum diketahui tipe atau merek pabrikan mesinnya.
Dilihat lebih detail, pengendara tersebut terbilang lengkap dalam mempersiapkan perkakas keselamatan berkendara.
Hal itu tak cuma ditunjukkan dari helm warna hitam yang dikenakannya.
Pengendara tersebut juga melindungi tubuhnya dengan mengenakan jaket bertudung warna gelap, bercelana panjang warna biru, dan bersepatu.
Sejak detik awal rekaman video tersebut, pengendara itu melenggang masuk ke ruas jalan tol.
Ia melintas melalui lajur ruas jalan paling kiri, seperti sengaja tidak menghalangi kendaraan lain di belakangnya yang bermaksud mendahuluinya.
Akun tersebut membubuhi narasi pada unggahannya bahwa pengendara motor tersebut diduga bisa melenggang masuk melalui pintu masuk Tol Romokalisari, pada Jumat (7/6/2021) pukul 11.30 WIB.
"Pemotor Masuk Dari gate Romo kalisari... Pengendara kebingungan ketika ditanya,tujuan mau ke sidoarjo.. Kejadian jam 11.30 jumat tgl 7 -05-2021," tulis akun Henny Sari, yang dikutip TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Jumat (7/5/2021).
Tak hanya itu, di dalam rekaman tersebut juga terdengar percakapan dua orang yang sedang merekam momen pengendara tersebut.
Keduanya bercakap-cakap menggunakan frasa bahasa jawa ngoko dengan logat Surabaya, selama menanggapi adanya momen pengendara motor yang memasuki jalan tol tersebut.
"Woy nang ndi woy. Ono ulung mlebu tol. Gak kuat. Woy ono ulung mlebu tol. Wes gak oleh mudik, sepeda jalur tol. Mudik jalur tol woy sip. Bebas cegatan. Yekopo mas bebas cegatan yo. Sakti, solusi mudik lewat tol, ulung, jos pokoke gak ono tunggale. Tol Gresik," celetuk seorang pria.
"Wes wes Plat N, kate mudik, malang lewat tol. Mudik e lewat tol gaes. Wes wes. gak onok sing ngalahno iki. Lho tol arah Surabaya Bunder Lamongan, de e ngetril mudik jos, sip pol," pungkasnya.
Sementara itu, Kanit 2 PJR Ditlantas Polda Jatim, AKP Sigit Indra Puji Santoso membenarkan bahwa insiden masuknya seorang pengendara motor tersebut terjadi di Tol Romokalisari yang mengarah Tandes, Jumat (7/6/2021) siang.
Namun, pengendara motor tersebut tidak terpantau petugas yang berjaga, karena semua petugas PJR Ditlantas Polda Jatim sedang melakukan penjagaan pos penyekatan.
"Jadi kalau dilihat dari CCTV memang ada (pemotor) karena mobil (perekam) itu di gate paling kiri pada saat masuk tol," katanya saat dihubungi TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Sabtu (8/5/2021).
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, ungkap Sigit, pengendara tersebut akhirnya bisa keluar dari ruas jalan tol setelah dibantu oleh petugas kebersihan yang mengarahkannya ke pintu keluar lain, yang lazim digunakan petugas kebersihan atau proyek perbaikan tol melintas.
"Tapi ada petugas kebersihan, akhirnya diarahkan ke luar. Itu kan ada pembatas jalan yang untuk proyek jadi itu sudah dikeluarin," tuturnya.
Diduga, pengendara tersebut tersesat akibat menggunakan aplikasi ponsel petunjuk rute jalan.
Sehingga tanpa sadar, ia melenggang masuk ke ruas jalan bebas hambatan yang khusus diperuntukkan kendaraan roda empat.
"Tapi itu sudah dikeluarkan sudah dikasih tahu. Ya mungkin yang bersangkutan pakai global positioning system (GPS) kan banyak," jelasnya.
Atas dasar insiden tersebut, lanjut Sigit, pihaknya telah berkoordinasi dengan anggota jajarannya termasuk pihak tol untuk melakukan pengawasan secara berkala, guna mengantisipasi insiden serupa agat tak terjadi kembali.
"Kan memang gerbang tol tidak ada petugasnya. Tadi sudah saya sampaikan di pihak sana agar lebih diwaspadai lagi," pungkas mantan Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu.