Breaking News:

Berita Jawa Timur

Ditemukan 38 Orang di Jawa Timur Positif Covid-19 saat Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021

Ada sebanyak 38 orang positif Covid-19 yang ditemukan petugas saat kegiatan penyekatan larangan mudik Lebaran 2021.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Warga menjalani rapid test antigen 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Larangan mudik Lebaran 2021 dinilai cukup efektif menekan angka pergerakan masyarakat pulang kampung selama Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H, ada 210 ribu warga yang mudik di Jawa Timur dari total prediksi sebanyak 1,9 juta warga yang akan mudik jika tidak ada larangan mudik Lebaran 2021.

Data Dishub Jatim, ada sebanyak 38 orang positif Covid-19 yang ditemukan petugas yang berjaga saat melakukan penyekatan dan melakukan test rapid di titik-titik penyekatan larangan mudik Lebaran 2021.

Rinciannya, 9 orang dari Kota Kediri, 7 dari Kabupaten Tuban, 6 dari Kabupaten Ngawi, 4 dari Kabupaten Malang, 4 dari Kabupaten Pasuruan, dan masing-masing 1 dari Kabupaten Ponorogo, Kediri, Bondowoso, Sidoarjo, Madiun, Magetan, Lamongan dan Gresik.

Mereka dideteksi positif virus corona dalam screening Covid-19 yang dilakukan di pos kesehatan penyekatan utama pada masa larangan mudik dalam rangka libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 2021.

Baca juga: Pengamanan Idul Fitri 2021 di Pamekasan Berjalan Kondusif, Kapolres Apresiasi Kinerja Anggotanya

“Jadi dari penyekatan yang dilakukan di Jatim dengan 8 titik penyekatan utama, ditemukan ada 38 yang positif covid-19," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Senin (17/5/2021).

"Sesuai SOP mereka harus dirawat dan diisolasi di rumah sakit rujukan terdekat, semua sudah dilakukan dengan kewaspadaan,” sambung dia.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa selama 14 hari hingga 21 hari ke depan harus dilakukan mitigasi dan antisipasi pemantauan ketat yang berganda. Sebagai antisipasi kemungkinkan adanya lonjakan kasus covid-19.

Sebab dikhawatirkan masih ada warga masyarakat yang silaturahmi lebarannya masih dilakukan face to face dan tidak secara virtual.

Imbasnya jika terjadi penularan akan dapat terbaca dalam rentang 14-21 hari ke depan. Sesuai masa inkubasi virus.

Baca juga: Mudik ke Kampung Halaman, 5 PMI asal Kabupaten Kediri Positif Covid-19, 2 Orang Jalani Perawatan

“Semua harus waspada berganda. Antisipasi dan mitigasi terhadap kemungkinan apa yang tidak kita inginkan. Terutama jika masih ada yang silaturahminya face to face, kemudian disiplin prokesnya agak longgar. Maka harus dilakukan antisipasi dan mitigasi teknis,” tegas Khofifah.

Kepada Dinkes Jatim pun, ia meminta yang 38 orang positif tersebut dilakukan tracing selama 21 hari ke belakang kemana saja interaksinya, agar lonjakan kasus tidak sampai terjadi.

Sementara itu berdasarkan data Dishub Jatim, selama periode larangan mudik 6-16 Mei 2021 data yang sudah masuk, ada sebanyak 3.361 sepeda motor, 4.954 mobil, 257 bus, 867 mobil barang, dan 35 kendaraan khusus yang diputar balik di titik titik penyekatan. Dengan penggunaan rapid test antigen sebanyak 1.250 alat.

Kadinkes Jatim Herlin Ferliana mengatakan ia bersyukur bahwa menurutnya 38 angka warga yang didapati positif itu adalah angka yang sedikit.

“Alhamdulillah yang ditemukan positif sedikit sekali, hanya 38 orang selama 6-17 Mei 2021 di titik penyekatan, semoga ini tidak menjadi sumber pularan covid-19 karena mereka juga sudah lansgung dikarantina di rs terdekat,” kata Herlin.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved