Breaking News:

Berita Trenggalek

Semua Tempat Wisata di Trenggalek Tutup pada Sabtu dan Minggu, Antisipasi Risiko Penyebaran Covid-19

Tempat wisata di Kabupaten Trenggalek ditutup pada hari Sabtu dan Minggu untuk meminimalisir risiko penularan virus corona.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, Minggu (20/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, TRENGGALEK - Tempat wisata di Kabupaten Trenggalek ditutup pada hari Sabtu dan Minggu.

Keputusan itu diambil Pemkab Trenggalek setelah mendapat arahan dari Presiden RI Joko Widodo dalam halal bi halal secara virtual, Selasa (18/5/2021).

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo berpesan agar pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan penanganan pandemi, satu di antaranya bidang pariwisata.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah M Natanegara mengatakan, keputusan itu diambil untuk meminimalisir risiko penularan virus corona.

"Di Kabupaten Trenggalek kami mengambil kebijakan bahwa Sabtu dan Minggu, tempat wisata dilakukan penutupan guna mengurangi risiko munculnya klaster wisata," kata Syah.

Baca juga: Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata Religi Bangkalan

Catatan Surya ( grup TribunMadura.com ), wisata di Kabupaten Trenggalek yang paling banyak diminati pengunjung adalah wisata pantai.

Pada hari normal setelah pandemi, kunjungan ke pantai-pantai di Trenggalek hanya mencapai puluhan hingga ratusan orang.

Sementara saat akhir pekan dan bari libur, kunjungan bisa melonjak. Sebagai contoh, pada libur Lebaran lalu, kunjungan di beberapa pantai di Trenggalek bisa menyentuh angka 2000 orang sehari.

Jumlah itu sebenarnya masih di bawah batas maksimal 50 persen kapasitas seperti yang ditetapkan sebagai protokol kesehatan di tempat pariwisata.

Namun, keputusan untuk menutup tempat wisata di akhir pekan diambil untuk meminimalisir risiko yang ada.

Baca juga: Pelaksanakan Prokes Destinasi Wisata Diawasi, Dirlantas Polda Jatim: Wisata Hanya Boleh Satu Rayon

Di sisi lain, pemkab akan mendorong pertumbuhan ekonomi lewat percepatan belanja daerah dari dana APBD. Langkah ini sebagai tindaklanjut target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada kuartal kedua 2021.

"Kami pastikan belanja APBD dan APBDes segera terlaksana. Kami minta ini difokuskan kepada barang lokal untuk belanja yang sifatnya rutin. Kemudian untuk kegiatan nonlelang, kami minta digeser pelaksanaannya dari penunjukan langsung menjadi padat karya," katanya.

Dari langkah itu, pihaknya berharap perputaran uang di tengah masyarakat akan terjadi. Serta daya beli warga juga bisa menguat.

"Kami juga meminta ke dinas terkait agar ada percepatan menyaluran berbagai jenis bantuan sosial," sambung Syah. (fla)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved