Sabtu, 18 April 2026

Virus Corona di Bangkalan

Pasien Covid-19 Membludak, Ruang IGD RSUD Syamrabu Bangkalan Dilockdown Beberapa Hari ke Depan

RSUD Syamrabu Bangkalan akan menutup pelayanan Ruang IGD setelah ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19 dan meninggal dunia.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
rsabangkalan.com
RSUD Syamrabu Bangkalan 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALANRSUD Syamrabu Bangkalan mengirimkan Surat Permohonan Lockdown Ruang IGD rumah sakit kepada Bupati Bangkalan.

Dalam surat bernomor 445/3340/433.102.1/2021 tertanggal 5 Juni 2021 yang ditandatangani Dirut RSUD Syamrabu Bangkalan, dr H Nunuk Kristianti Sp Rad itu menyebutkan, perkembagan kasus penyebaran penularan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan khususnya di UOBK (Unit Organisasi Bersifat Khusus) dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan kasus yang signifikan.

Selain itu, permintaan lockdown Ruang IGD RSUD Syamrabu Bangkalan dilakukan karena adanya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19 dan meninggal dunia.

Jika disetujui, pelayanan di IGD RSUD Syamrabu Bangkalan ditutup tiga hari ke depan, mulai 5 - 8 Juni 2021 mendatang.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Farhat Suryaningrat SpKK membenarkan Surat Permohonan Lockdown Ruang IRD tersebut.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bangkalan Meningkat Setelah Libur Lebaran 2021, Masyarakat Diimbau untuk Waspada

dr Farhat Suryaningrat menyebutkan, hal itu dilakukan sebagai upaya melindungi tenaga kesehatan di UOBK RSUD Syamrabu.

Ia mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir di Kabupaten Bangkalan sangat signifikan.

Ruang isolasi baru dengan peningkatan kapasitas hingga 90 bed tidak mampu menampung pasien Covid-19.

“Itu pun masih ada antrian di IGD, sekitar 8 orang. Banyak nakes (tenaga kesehatan) kami yang terkonfirmasi, dr radiologi kami hari ini meninggal karena Covid-19,” ungkap dr Farhat kepada Surya melalui sambungan seluler, Sabtu (5/6/2021) malam.

Ia menjelaskan, permohonan lockdown sementara ini hanya berlaku untuk Ruang IGD saja.

Ketika ada pasien baru Covid-19 akan diarahkan ke luar Bangkalan.

Baca juga: Ledakan Kasus Covid-19 di Lumajang, Mobilitas Masyarakat saat Libur Lebaran 2021 Diduga Pemicunya

Sedangkan untuk pasien non-Covid-19, pasien reguler, dan pasein rawat jalan masih diterima.

“Bahkan terjadi antrian yang hendak keluar dari kamar jenazah, peningkatannya memang luar biasa," katanya.

"Terutama dari kawasan utara, Arosbaya dan Klampis setelah lebaran,” pungkas dr Farhat.

Sebelumnya, Bupati Bangkalan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, R Abdul Latif Amin Imron telah memberikan imbauan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan karena kasus Covid-19 setelah lebaran meningkat dalam 10 terakhir.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved