Breaking News:

Virus Corona di Lamongan

Warga Positif Covid-19 di Kabupaten Lamongan dari Klaster Hajatan Bertambah Menjadi 41 Orang

Data BPBD Kabupaten Lamongan menyebut 41 warga terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan hasil tracing dan tracking Dinkes dan Satgas Covid-19.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANIF MANSHURI
Petugas BPBD Kabupaten Lamongan lakukan penyemprotan disinfektan di Desa Sidodowo, Jumat (4/6/2021). 
Reporter: Hanif Manshuri| Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Semakin intens tracing dan swab yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan, semakin banyak warga yang terkonfirmasi positif. 
Terkini, ada 41 warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster hajatan. 

Data BPBD Kabupaten Lamongan menyebut 41 warga terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan hasil tracing dan tracking Dinas Kesehatan Lamongan bersama Satgas Covid-19.

"Hasil dari tracing dan tracking total ada sebanyak 41 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di desa Sidodowo, Kecamatan Modo ini," kata Kasi Tanggap darurat BPBD Lamongan Muslimin kepada TribunMadura.com , Sabtu (5/6/2021).
Sesuai dengan perintah dari ketua Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan yang juga Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, hari ini pihak BPBD Kabupaten Lamongan melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Sidodowo.
Intensitas  penyemprotan ini akan ditambah dan dilakukan di setiap rumah warga  di Desa Sidodowo. "Kami akan melakukan penyemprotan disinfektan ini ke semua rumah yang ada di desa ini, yaitu sebanyak 10 dusun dan karena hari ini belum bisa menuntaskan, maka besok akan kita lanjutkan kembali," ungkap  Muslimin.
Muslimin juga menambahkan, tim satgas bergerak cepat agar mata rantai penyebaran Covd -19 di Desa Sidodowo ini bisa terputus.
Untuk langkah lanjutan, Muslimin juga mengungkapkan akan menyiapkan ruang isolasi di Rusunawa Lamongan yang selama ini sudah dipakai untuk melakukan isolasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lamongan. Pemkab Lamongan  menyediakan ruangan di Rusunawa sebagai tempat isolasi. Nantinya akan  diatur karena di Rusunawa  juga ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang juga tengah diisolasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, penularan Covid-19 terjadi di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo yang diduga terjadi setelah warga mengikuti acara hajatan pengantin. 
Sementara warga juga banyak yang memasang bener dan karton rentang yang bertuliskan sejumlah himbauan dan peringatan.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan yang juga Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga telah memerintahkan jajarannya untuk bekerja cepat menangani klaster hajatan Lamongan ini.
"Warga diketahui positif setelah 3 hari acara hajatan pengantin.
Ada dua hajatan, di Bojonegoro dan Sidoarjo," kata Kabid Kesmas Dinkes Lamongan, Abdullah Wasian.
Simak artikel lain terkait Hajatan, Penularan Covid-19, Kabupaten Lamongan
FOLLOW US:
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved