Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Masyarakat Bangkalan Tolak Rapid Test Antigen, Ketua PCNU: Bukan Berontak, Pakailah Bahasa Merakyat

Sejumlah masyarakat di Kabupaten Bangkalan masih menolak rapid test antigen. Ketua PCNU: pilihlah kata-kata yang efektif agar ada tanggapan efektif.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
(Ki-Ka) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito, Menteri Kesehatan, Budi Gunardi Sadikin, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Bangkalan bersama di Pendapa Agung Kabupaten Bangkalan, Selasa (8/6/2021). 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Masih munculnya penolakan terhadap tindakan rapid test antigen dari sejumlah masyarakat dinilai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan, KH Makki Nasir bukanlah sebagai bentuk pemberontakan terhadap serangkaian program pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Kyai Makki setelah Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Bangkalan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito, Menteri Kesehatan, Budi Gunardi Sadikin, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Pendapa Agung Kabupaten Bangkalan, Selasa (8/6/2021).

“Masyarakat itu bukannya berontak, masyarakat hanya tidak tahu karena ada kata-kata yang tidak efektif. Kunciya adalah pilihlah kata-kata yang efektif agar ada tanggapan yang efektif. Sehingga kata orang Madura, tak patang panglo (tidak saling menyalahkan),” ungkap Kyai Makki kepada TribunMadura.com.

Menurutnya, wabah Covid-19 ini merupakan ujian bagi semua untuk introspeksi diri agar bisa lebih komunikatif.

Artinya, penggunaan istilah-istilah seyogyanya yang mudah dipahami masyarakat.

“Karena yang diajak bicara itu masyarakat. Masyarakat itu rata-rata bahasanya sederhana, sakit atau sehat, itu saja. Jangan tunggu masyarakat itu ya, jangan tunggu masyarakat itu jadi korban, itu saja. Kita introspeksi diri, semuanya,” tegas Kyai Makki.

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) dalam paparannya di hadapan Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, dan Gubernur Jawa Timur memaparkan beberapa analisa dan kesimpulan terhadap kejadian Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Di antaranya adalah terjadinya kenaikan kasus yang signifikan pada minggu ke-22 (29 mei) yaitu 14 hari pasca lebaran sebanyak 203 kasus.

Artinya terjadi trasmisi local selama 14 hari sebelum tanggal sakit atau yang disebut masa inkubasi.

Hal ini diikuti dengan kasus meninggal 40 kasus dalam 14 hari terakhir. Penemuan kasus masih belum optimal dengan berbagai macam kendala.

“Yaitu tidak mau dilakukan tindakan Swab PCR dan tidak mau dilakukan rujuk ke RSUD.  Ketika masuk RSUD sudah dalam kondisi kritis, sehingga memperbesar resiko kematian,” papar Ra Latif.

Simak artikel lain terkait Bupati Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Menteri Kesehatan

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved