Virus Corona di Bangkalan

Besok, Seluruh Kades di Kecamatan Arosbaya dan Klampis Bangkalan Lakukan Pendataan Warga yang Sakit

Besok, seluruh Kepala Desa di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Burneh melakukan pendataan dan pelaporan warga yang sakit.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bersama Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad, Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowa, serta Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto memantau pelaksanaan vaksinasi di Kantor Kecamatan Klampis, Minggu (13/6/2021) 

Reporter: Ahmad Faisol| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Mengoptimalkan kembali fungsi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro mulai dilakukan oleh seluruh Kepala Desa di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Burneh. Pendataan dan pelaporan warga yang sakit hingga imbauan melakukan rapid test, swab PCR, hingga vaksinasi akan dimulai besok, Senin (14/6/2021).

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad usai memantau pelaksanaan rapid antigen kepala desa di Balai Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya dan di Kantor Kecamatan Klampis, Minggu (13/6/2021) .

Dalam momentum tersebut, Fahad sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bersama Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto, Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, serta seluruh kepala desa di dua kecamatan tersebut.  

“Mulai besok, semua kepala desa di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Klampis akan mendata dan melaporkan ke kecamatan terkait siapa saja yang sakit dan warga yang bersedia divaksin,” Fahad.

Selain itu, rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangkalan itu juga berharap seluruh kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Klampis turut serta memberikan edukasi atau pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi, rapid test antigen, dan swab PCR.

“Kami hanya bisa berikhtiar melalui vaksinasi, pemeriksaan melalui rapid antigen untuk mendeteksi sejak dini, termasuk tindakan swab PCR bagi masyarakat yang dinyatakan reaktif hasil tes rapid antigen. Semua itu untuk mencegah penularan, kami ingin semua masyarakat segera lepas dari wabah ini,” tutur Fahad dengan suara bergetar.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Pendapa Agung Bangkalan, Sabtu (12/6/2021) menyampaikan, mengembalikan fungsi PPKM Mikro merupakan salah satu dari beberapa langkah mitigasi yang harus dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan.

Sekedar diketahui, langkah mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancamana bencana.

Kehadiran Marsekal Hadi bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Bangkalan seiring lonjakan secara signifikan kasus Covid-19 di Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, Kecamatan Geger, dan Kecamata Kota Bangkalan dalam dua pekan terkahir.

Optimaliasi kembali fungsi PPKM Mikro disebut Marsekal Hadi akan memudahkan petugas melakukan monitor dan evaluasi (monev) setiap hari, update pendataan kasus aktif, update data kesembuhan, data kematian, termasuk bisa mengetahui tingkat ketersediaan tempat tidur (BOR) di tempat isolasi di suata wilayah.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan mulai awal pandemi, Maret 2020 hingga 11 Juni 2021 menunjukkan total angka terkonfirmasi positif sejumlah 2.136 orang, kesembuhan berada di angka 1.537 orang, dan angka kematian 207 orang.

Grafik kurva epidemic menunjukkan lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan terjadi dalam 14 hari terakhir periode 29 Mei – 11 Juni 2021. Bahkan dalam seminggu terakhir, dari 36 kasus naik menjadi 382 kasus dengan sebaran kasus tertinggi di Kecamatan Arosbaya, Geger, Klampis, dan Kecamatan Kota.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron di hadapan Marsekal Hadi dan Jenderal Sigit menyampaikan, posisi BOR atau tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD Syamrabu per 11 Juni 2021 mencapai 79 persen.  Kasus meninggal mengalami kenaikan pada minggu ke-22 dari 4 kasus menjadi 29 kasus. Sedangkan kasus kesembuhan juga mengalami kenaikan pada 10 Juni 2021.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved