Breaking News:

Berita Jawa Timur

Sering Meresahkan Warga, 67 Preman dan Pelaku Pungli di Tanjung Perak hingga Terminal Bus Ditangkap

Puluhan preman yang beraksi di Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Purabaya, pangkalan truk atau bus ditangkap Polda Jatim.

TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Preman yang beraksi di Pelabuhan Tanjung Perak hingga Terminal Purabaya ditangkap Polda Jatim, Senin (14/6/2021). 

Reporter ; Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polda Jatim menangkap puluhan preman yang kerap melakukan pungli di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyebutkan, para preman yang ditangkap ada sebanyak 67 orang.

"Para tersangka ini diamankan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Purabaya, pangkalan truk atau bus di Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto," kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (14/6/2021).

Kombes Pol Gatot Repli Handoko menuturkan, para tersangka ini sering memungut pungli secara paksa atau memalak sopir bus dan truk.

Kemudian, mereka juga menjadi calo tiket bus tapi harganya dinaikan hingga 400 persen.

Baca juga: Warga Amerika Disarankan Tak Datang ke Indonesia, 3 Alasan ini Jadi Pertimbangannya

"Ada juga pemerasan kepada sopir-sopir yang melintas, ini menggunakan kekerasan," terang dia.

Modus menjadi calo tiket sendiri merupakan inisiatif preman yang mangkal di terminal.

Agar tindakan pemalakan tidak terlihat. para preman ini mencetak karcis palsu.

"Mereka cetak sendiri, kamuflase seakan akan legal. Itu termasuk pungli," ungkap perwira dengan melati emas di pundaknya itu.

Perihal pemimpin para preman ini, Gatot memastikan, masih akan terus didalami oleh polisi. Sehingga penangkapan tidak berhenti di 67 tersangka ini saja.

Baca juga: Modus Karcis Parkir, Preman Lakukan Pungli Sopir Truk di Kawasan Ngoro Industrial Park Mojokerto

Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain, senjata tajam jenis caluk, helm, jaket.

Kemudian, ada uang Rp9,597 juta, tiga mobil, satu sepeda motor, 69 bendel karcis pungli, tiga buku setoran, 10 ponsel, satu botol miras dan satu kwitansi.

Atas perbuatannya, para preman ini dijerat Pasal 49 Jo Pasal 17 Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Jatim Nomor 1 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat dengan ancaman tiga bulan penjara atau denda Rp50 juta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved