Virus Corona di Sampang
Perketat Pencegahan Covid-19 di Perbatasan Sampang-Bangkalan, Resimen II Pelopor Brimob Diterjunkan
Resimen II Pelopor Brimob Polri diterjunkan untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan Sampang-Bangkalan.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
Reporter: Hanggara Pratama| Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Belasan anggota dari Resimen II Pelopor Brimob (Brigade Mobil) Kepolisian Republik Indonesia diterjunkan untuk melakukan pencegahan Covid-19 di wilayah perbatasan Sampang-Bangkalan.
Wilayah perbatasan Sampang-Bangkalan, tepatnya di Kecamatan Banyuates mendapatkan bantuan pengamanan langsung dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jumat (18/6/2021).
Mengingat, virus corona sudah memakan banyak korban tersebut penyebarannya meningkat drastis di wilayah Kabupaten Bangkalan.
Salah satu anggota Resimen II Pelopor Brimob Polri, Ipda Hower Hartanto mengatakan, bahwa dirinya ditugaskan secara khusus untuk melakukan upaya pencegahan di wilayah potensi penyebaran Covid-19.
Baca juga: Jerinx SID Ngamuk, Tantang BCL yang Terkena Covid-19: Bersumpah Tidak Dibayar untuk Di-Covid-kan?
Menurutnya, ada sekitar 150 personil yang diterjunkan, namun tersebar di beberapa wilayah di Madura.
"Sedangkan di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura ada 19 personil dalam status siaga," ujarnya kepada TribunMadura.com saat berada di Mapolsek Banyuates.
Ia menambahkan, jika dirinya bersama personel yang lain sudah empat hari bertugas di Kecamatan Banyuates dan sudah melakukan beberapa upaya pencegahan.
Seperti halnya penyekatan di perbatasan hingga penyemprotan disinfektan ke beberapa desa di Kecamatan Banyuates.
"Untuk penyemprotan disinfektan dilakukan ke desa yang sebelumnya ada korban meninggal agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19," terang Ipda Hower Hartanto.
Dirinya mengungkapkan, baru tiba di Kecamatan Banyuates, tepatnya malam hari langsung ada salah satu warga Desa Nepa meninggal karena Covid-19, sehingga paginya langsung bergerak ke lokasi untuk penyemprotan.
Kemudian berselang dua hari terdapat korban meninggal kembali, lokasinya di Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang.
"Korban di Desa Nepa berusia sekitar 40 tahun, sedangkan di Desa Morbatoh usianya lebih tua," ungkapnya.
Mengetahui hal itu, dirinya berharap agar masyarakat Sampang, khususnya Kecamatan Banyuates untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan Prokes Covid-19, apalagi jika berpergian.
"Untuk batas penjagaan kami di Kecamatan Banyuates diperkirakan hingga akhir bulan, tapi bisa saja molor tergantung kondisi," pungkasnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Jawa Barat Melonjak, Kongres IV PA GMNI Ditunda
Simak artikel lain terkait Kabupaten Sampang, Madura, Covid-19 di Sampang
FOLLOW JUGA: