Breaking News:

Virus Corona di Madiun

Bupati Madiun Bolehkan Camat dan Kades Melarang Hajatan Digelar, Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

Bupati Madiun Kaji Mbing memperbolehkan camat dan kepada desa melarang hajatan digelar untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Bupati Madiun, Ahmad Dawami atau Kaji Mbing, 2021. 

Reporter: Rahadian Bagus | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Untuk mencegah terulangnya kembali klaster hajatan seperti yang terjadi di Desa Bantengan dan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, memberikan kewenangan bagi camat dan kepala desa untuk melarang kegiatan hajatan digelar. 

“Kepala desa bisa mengambil keputusan melarang hajatan atau tidak. Muspika juga boleh mengambil keputusan melarang hajatan. Saya memberi kewenangan untuk itu,” ujar Bupati Madiun, Ahmad Dawami, Selasa (22/6/2021).

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini mengatakan, kepala desa dapat berkoordinasi dengan camat dan Muspika untuk melarang warga yang akan menggelar hajatan di wilayah masing-masing, apabila berpotensi terjadi klaster baru Covid-19.

Ia mengatakan, larangan hajatan disesuaikan dengan kondisi kasus Covid-19 di wilayah masing-masing.

Misalnya, di suatu daerah ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 atau daerah tersebut masuk dalam zona merah, maka kepala desa atau camat boleh melarang warganya untuk menggelar hajatan.

Kaji Mbing memberi kewenangan bagi kepala desa dan camat untuk melarang warganya menggelar hajatan setelah muncul klaster hajatan dua pekan lalu.

Saat itu, berdasarkan tes swab antigen, ditemukan 103  warga positif Covid-19 seusai menghadiri hajatan di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, awal Juni 2021.

Beberapa hari setelah menghadiri hajatan tersebut, beberapa warga mengalami gejala batuk pilek disertai demam. Tak lama kemudian, pemerintah desa melaporkan ke Puskesmas terdekat hingga dilakukan tes swab antigen.

Hasilnya diketahui 89 warga dinyatakan positif Covid-19. Untuk mencegah penularan yang masif, Kaji Mbing memutuskan 89 warga yang positif Covid-19 dievakuasi dan dirawat secara intensif di RSUD Dolopo.

Setelah dilakukan tracing lebih lanjut, ditemukan penambahan kasus hingga total warga yang tertular dari klaster hajatan tersebut sebanyak 103 orang.

Dari hasil pelacakan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun ditemukan fakta sumber penularan klaster hajatan berasal dari seorang pegawai toko yang menghadiri hajatan tersebut. 

Untuk diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga Senin (21/6/2021) mencapai 4.161 orang. Dari jumlah itu, 187 orang dirawat, dua menjalani isolasi mandiri, 3.721 dinyatakan sembuh, dan 251 orang meninggal dunia.

Simak artikel lain terkait Kabupaten Madiun, Covid-19, klaster hajatan

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved