Breaking News:

Berita Mojokerto

Seluruh Tempat Wisata Cagar Budaya di Mojokerto Ditutup hingga Awal Juni 2021, Ini Kata Disparpora

Penutupan seluruh wisata cagar budaya di Kabupaten Mojokerto dilakukan mulai 21 Juni hingga 2 Juli 2021 mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Wisata cagar budaya Candi Brahu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Seluruh wisata cagar budaya di Kabupaten Mojokerto ditutup sementara mulai 21 Juni hingga 2 Juli 2021 mendatang.

Penutupan seluruh wisata cagar budaya di Kabupaten Mojokerto guna mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan, penutupan wisata cagar budaya menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

"Wisata cagar budaya ditutup sementara mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 secara nasional, khususnya di Kabupaten Mojokerto, yaitu Museum Trowulan, Candi Bajangratu, Candi Brahu, Candi Tikus dan Jolotundo," ungkapnya kepada Surya.co.id ( grup TribunMadura.com ), Minggu (27/6/2021).

Amat menyebut, penutupan sementara hanya diterapkan di wisata cagar budaya. Sedangkan wisata yang dikelola pemerintah daerah tetap beroperasi sesuai Protokol Kesehatan secara ketat.

Baca juga: Imbas Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Blitar, Wisata Makam Bung Karno Ditutup Mulai Pekan Depan

Adapun objek wisata unggulan yang dikelola oleh pemerintah daerah tetap beroperasi yaitu, Wana wisata Padusan Pacet, Kolam atau pemandian air panas, Air Terjun Dlundung, Makam Religius Troloyo, Eko Wisata Desa Tanjungan, Ubalan Coban Canggu.

"Destinasi Pacet, Ubalan, Trawas tetap buka sehingga hanya wisata cagar budaya yang ditutup sementara untuk umum guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Virus Corona," jelasnya.

Dia berharap, penutupan wisata cagar budaya ini dapat segera berakhir, sehingga dapat menjadi tempat rekreasi masyarakat sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait potensi penutupan sementara wisata cagar budaya akan berakhir atau diperpanjang.

"Tentunya itu kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nanti akan ada evaluasi terkait hal itu namun kami berharap agar wisata cagar budaya dapat segera dibuka," ucap Amat.

Sejumlah wisatawan banyak yang kecele ketika berkunjung di wisata cagar budaya seperti di Candi Brahu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Seorang wisatawan bernama Eni Maria (42) Warga Wates, Kota Mojokerto tidak mengetahui adanya penutupan sementara wisata cagar budaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Saya sama suami beserta anak rekreasi di Candi Brahu tapi tidak tahu kalau ditutup," terangnya.

Dia mendukung kebijakan pemerintah terkait penutupan sementara wisata cagar budaya namun paling tidak ada sosialisasi sehingga masyarakat tidak kecele ketika akan pergi berwisata.

"Iyaa tidak masalah ditutup mungkin demi kebaikan karena masih Pandemi," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved