Breaking News:

Berita Sumenep

PPKM Darurat di Sumenep, Penjualan Hewan Kurban Turun hingga 50 Persen Sepekan Jelang Idul Adha

Omzet penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2021 juga terdampak selama PPKM Darurat di Sumenep.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Pedagang hewan kurban di Jalan Raya Urip Sumoharjo, Kabupaten Sumenep, Senin (12/7/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Sumenep tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Omzet penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2021 juga terdampak selama PPKM Darurat di Sumenep.

Bahkan, omzet penjualan hewan kurban para pedagang di Kabupaten Sumenep menjelang Hari Raya Idul Adha 2021 menurun hingga 50 persen.

Hingga sepekan jelang Hari Raya Idul Adha 2021, penjualan hewan kurban di Kabupaten Sumenep, seperti kambing. menurun dibandingkan sebelumnya.

"Jelas kalau dibandingkan sebelum PPKM ini omzet kami menurut kira-kira hingga 50 persen," tutur Thariq (50), penjual hewan kurban di Jalan Raya Urip Sumoharjo, Senin (12/07/2021).

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI, Hukuman Pelaku Mobil Goyang Oknum ASN hingga Bantuan Sembako

Ia menyebut, yang paling dirasakan bagi semua penjual hewan kurban, yakni pembeli yang berkurang.

Namun, ia optimistis pada H-3 lebaran nanti pembeli hewan korban akan meningkat.

"Kalau harga tetap tidak ada penurunan, tapi pembeli sangat berkurang. Karena orang-orang tidak bisa keluar rumah dikarenakan PPKM ini," katanya.

Dikonfirmasi Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep, Ardiansyah mengaku jika kondisi pandemi saat ini tidak hanya omset hewan kurban yang mengalami penurunan omset.

"Sejak PPKM darurat, toko swalayan pun menurun, pedagang pasar yang terdata di kami juga menurun omsetnya," kata Ardiansyah.

Sementara untuk harga, pihaknya mengakui untuk hewan kurban berupa sapi dan kambing Disperindag Sumenep tidak memantau harganya kelapangan. Dengan alasan memang tidak ada patokan harga untuk hewan kambing dan sapi.

"Kami pasrahkan pada pasar, namun untuk harga dagingnya kami tetap pantau dan itu sudah dipatok oleh Mentri Perdagangan," katanya.

Baca juga: Inilah Syarat Bagi Muslim yang Ingin Berkurban saat Hari Raya Idul Adha, Simak Tata Cara Menyembelih

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved