Breaking News:

Berita Surabaya

Imbas PPKM Darurat, Pemilik Warkop di Surabaya Sambat Alami Penurunan Penghasilan, Ungkap Harapan

Curhatan pemilik warung kopi saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Surabaya.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/M TOVIC
ilustrasi - warung kopi didatangi petugas gabungan saat penerapan PPKM Darurat 

Laporan Wartawan Tribun Madura Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Paguyuban Warkop Surabaya, Husin Ghozali mengungkapkan kondisi terkini usaha warung kopi saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Husin Ghozali menuturkan, pada hari pertama PPKM Darurat di Surabaya, usahanya tidak maksimal karena harus melayani take away dan pembeli tidak diperbolehkan makan di tempat.

"Warkop tidak bisa melakukan kegiatannya. Mau siasat apapun yang dilakukan, baik pesan secara online di tetap tidak maksimal," ujar pemilik Warkop Pitulikur ini, Selasa (13/7/2021)

Cak Conk, sapaan akrabnya, menambahkan, sumber pendapatan warkop berasal dari pengunjung yang ingin menikmati koneksi internet, sambil duduk bersama menikmati aneka cemilan. Jadi, hal tersebut tidak bisa dilepaskan

"Hari pertama tidak ada yang datang. Maka besoknya, kami memutuskan tutup. Selain itu, kasihan yang titip gorengan dan titip jajan jadi tidak laku," keluhnya.

"Ada dari teman teman kami yang memaksa buat buka, dengan berbagai siasat. Tapi mau pakai model apapun tetap tidak laku dan mengeluh. Malah pengeluaran banyak," katanya.

"Listrik karyawan, kami terpaksa tutup merumahkan karyawannya. Pasti mikir kedepannya mana bisa bertahan kalau begini terus," sambungnya.

Jika tetap membuka usaha warkopnya, Husin Ghozali khawatir, petugas berwajib yang rutin menggelar razia akan penindakan kepada rekan rekannya tersebut.

Ia berharap, pemerintah sebaiknya tidak memperpanjang PPKM.

Menurutnya, masyarakat dihadapkan dua pilihan, antara mati karena Covid 19 atau kelaparan.

"Sangat disayangkan. Negara harus ada dimanapun dan apapun kondisi rakyatnya. Negara harus membantu memberikan solusi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved