Berita Surabaya

Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya

Puluhan massa demontrasi Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Surya, Genteng, Surabaya, yang tak kunjung membubarkan diri

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Luhur Pambudi
RICUH-Saat peserta demontran melempari batu mobil Polisi di Jalan Basuki Rahmat 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA-Puluhan massa demontrasi Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Surya, Genteng, Surabaya, yang tak kunjung membubarkan diri dan kembali pulang, hingga Jumat (29/8/2025) malam, terpantau bergerak di beberapa ruas jalan bahkan mulai membuat ulah membakar benda-benda fasilitas umum.

Pantauan TribunJatim.com, massa aksi yang terjebak didorong barisan petugas kepolisian hingga mundur ke Jalan Panglima Sudirman, berlarian melalui akses jalan kecil penghubung menuju ke ruas Jalan Basuki Rahmat.

Sekitar pukul 18.30 WIB hingga 20.00 WIB, mereka meluapkan protes dengan cara berbeda. Bukan cuma melempari bebatuan ke arah petugas. Mereka mulai membakar pembatas jalan berbahan plastik atau water barrier.

Seperti tak puas, mereka juga membakar tenda Pos Polisi yang berada di depan Mapolsek Tegalsari. Beberapa orang menyeret tenda tersebut untuk diletakkan menggunung di atas tumpukan water barrier yang sudah lebih terbakar.

Bahkan, sebelum itu, terpantau dua kendaraan Polisi jenis SUV dan truk pengangkut pasukan tampak dihentikan paksa oleh massa yang sudah terlanjur memblokade Jalan Basuki Rahmad

Hingga akhirnya secara terpaksa, dua jenis kendaraan Polisi jenis double cabin dan truk pengangkut pasukan tersebut, berusaha memutar balik arah laju kendaraannya.

Namun, tampaknya, massa aksi enggan membiarkan kendaraan itu melenggang pergi begitu saja, beberapa diantara peserta demonstran berusaha melempari bodi kendaraan Polisi tersebut dengan bebatuan.

Lalu, sekitar pukul 19.30 WIB, massa aksi yang baru saja membakar benda-benda tersebut, mulai berjalan kompak menyusuri Jalan Basuki Rahmat dari depan Mapolsek Tegalsari hingga depan Mal Tunjungan Plaza.

Sepanjang menyusuri jalanan tersebut, massa berteriak-teriak hingga merobohkan deretan water barrier yang membatasi lajur lurus ke Jalan Basuki Rahmat, dan lajur belok ke kanan menuju Jalan Gubernur Suryo, depan Gedung Grahadi.

Bahkan, ada beberapa peserta yang berlarian menerabas taman pembatas jalan hingga menuju Jalan Tunjungan dan menyerang; melempari bebatuan hingga memukulkan sebatang kayu panjang tepat pada kaca depan kabin truk pengangkut Polisi yang melintas berderetan menuju ke ruas Jalan Gubernur Suryo.

Ternyata, saat sebagian massa aksi yang sudah terlanjur berjalan menuju ke depan Mal Tunjungan Plaza, ruas Jalan Basuki Rahmat yang barusan dilewatinya; tepat pada titik Pos Polisi depan Mal Tunjungan Plaza, langsung ditutup aksesnya oleh ratusan personel TNI yang diperbantukan untuk mengendalikan massa.

Lalu, dari arah belakang, terdapat ratusan personel Brimob berseragam lengkap; helm, tameng, dan tongkat pemukul, berjalan menyusul di belakang pasukan TNI untuk menuju ruas Jalan Basuki Rahmat di arah sebaliknya.

Sehingga, massa aksi yang berjalan terlambat dari arah titik lokasi pembakaran tumpukan water barrier dengan tenda Pos Polisi Polsek Tegalsari, atau belum berjalan menyusul massa yang sudah berada di depan Mal Tunjungan Plaza, terjebak menjadi kelompok tersendiri. Ternyata, jumlah personel Polisi yang bersiaga di sana, semakin bertambah.

 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved