Breaking News:

Berita Sampang

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Sampang Meningkat, 85 Persen Pasien Tak Menjalani Vaksinasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura harapkan masyarakat setempat lebih sadar akan menjalankan vaksinasi Covid-19, Jumat (16/7/2021).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Agus Mulyadi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Angka kematian pasien Covid-19 di Sampang mengalami peningkatan.

Hal tersebut terlihat dalam beberapa bulan terakhir, angka kematian pasien Covid-19 di Sampang meningkat hingga puluhan orang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura harapkan masyarakat setempat lebih sadar akan menjalankan vaksinasi Covid-19, Jumat (16/7/2021).

Sebab, hal itu dinilai dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta tidak memperparah bila nantinya terjangkit Covid-19.

Mengingat, angka kematian pasien Covid-19 di Sampang beberapa bulan terakhir meningkat hingga puluhan orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, dari kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Sampang cukup mengejutkan sejak dua bulan terakhir.

Baca juga: Kabupaten Tuban Kembali Masuk Zona Merah Covid-19, Imbas Lonjakan Angka Kematian dan Kasus Baru

Bahwa pada Juni dan Juli 2021, angka kematiannya hampir menginjak 50 orang dan 85 persennya meninggal karena tidak menjalankan vaksinasi covid-19.

“Kalau kita survey, warga yang sudah menjalankan vaksin itu relatif lebih aman, dan lebih tidak parah bila terjangkit covid-19,” ujarnya.

Mengetahui permasalahan itu, masyarakat Kabupaten Sampang agar memahami pentingnya vaksinasi Covid-19 dan tidak percaya lagi akan isu hoax tentang vaksinasi.

Sebab, dirinya menegaskan tujuan vaksinasi sendiri untuk memperkuat daya tahan tubuh agar lebih meringankan jika terjangkit Covid-19.

"Kalau tidak divaksin resikonya akan lebih berat, bahkan dapat meninggal lebih mudah, jika dilihat dari beberapa kasus," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved