Madura United

Keluh Kesah Pelatih Madura United Rahmad Darmawan, Kompetisi Tak Kunjung Temui Kejelasan

Pelatih Madura United sangat berharap segera ada kepastian kompetisi. Rahmad Darmawan menilai bahwa tontonan sepak bola menjadi hiburan selama PPKM.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan (RD) sangat berharap segera ada kepastian kompetisi. 

TRIBUNMADURA.COM - Liga 1 2021 terpaksa mengalami penundaan.

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini menjadi penyebab kompetisi strata utama sepak bola Indonesia itu terpaksa mengalami penundaan lagi.

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia meningkat, pemerintah terpaksa menarik rem darurat dengan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Tujuannya ialah untuk menurunkan laju penyebaran Covid-19.

Imbas dari kebijakan tersebut adalah penundaan kompetisi. PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana menunda gelaran kompetisi hingga 20 Agustus 2021. Jadi, kemungkinan, liga bisa digelar pada pertengahan atau akhir Agustus.

Namun, itu juga masih sebatas wacana, bisa atau tidaknya kompetisi digelar sesuai rencana, bergantung pada kebijakan pemerintah terkait situasi pandemi di Indonesia.

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan (RD) sangat berharap segera ada kepastian kompetisi.

Pasalnya, semakin berlarut-larut tanpa ada kepastian seperti saat ini menjadikan tim pelatih bimbang menyusun program.

Imbas belum ada kepastian kompetisi, Madura United meliburkan tim, akan kembali memulai aktivitas saat sudah ada kepastian kompetisi.

"Harapan pribadi saya, pasti saya pengen gak ada penundaan lagi, segera dapat izin," kata Rahmad Darmawan pada TribunMadura.com, Minggu (25/7/2021).

Apalagi, menilai Piala Menpora 2021 kemarin, pelatih asal Lampung itu menilai bahwa sejatinya kompetisi sepak bola merupakan gelaran olahraga yang berjalan dengan protokol sangat ketat.

Sehingga sangat mungkin digelar meski di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Buat saya selama ini sebetulnya kompetisi sepak bola adalah gelaran olahraga yang dilakukan pertama dengan prokes yang sangat ketat," ucap Rahmad Darmawan.

"Karena kami sangat rutin melaksanakan macam-macam tes dan semua sudah divaksin, terus kami tetap melakukan prokes, juga kompetisi digelar tanpa penonton. Bahkan official pemain yang ke stadion juga dibatasi," tambahnya.

Tidak hanya dinilai terlindungi dan tak berdampak pada penyebaran Covid-19

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved