Penantang Mahfud MD di Sampang

Pengancam Mahfud MD Divonis 16 Bulan Penjara, Lebih Ringan karena Lora Mastur Telah Dimaafkan

Pelaku utama pembuat video yang mengancam Menko Polhukam Mahfud MD, yakni Turmudi alias Lora Mastur divonis 16 bulan penjara.

Istimewa
Lora Mastur, pelaku utama pembuat video yang mengancam Mahfud MD. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pelaku utama pembuat video yang mengancam Mahfud MD yakni Turmudi alias Lora Mastur yang sempat viral beberapa waktu lalu, divonis 16 bulan penjara dan denda 250 juta subsider 1 bulan kurungan.

Pembacaan putusan tehadap Lora Mastur dilakukan secara daring oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang, pada Selasa, (27/7/2021) kemarin.

Majlis hakim yang terdiri dari Juanda Wijaya, SH., Ivan Budi Santoso, SH., MH., dan Agus Erman, SH ini memutuskan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Mastur 2 tahun penjara.

Pemuda asal Karangpenang, Sampang tersebut dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut Keponakan Mahfud MD, Firman Syah Ali, sebelum sidang pembacaan putusan digelar, Mahfud MD melalui kejaksaan berkirim surat kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang

Dalam suratnya, Mahfud MD menyatakan bahwa sejauh menyangkut hak pribadinya dia tidak mengadukan dan memberi maaf kepada terdakwa. 

Namun, karena perkara ini menyangkut delik umum dan bukan delik aduan, Mahfud menyerahkan sepenuhnya kepada aparat Pengadilan.

Selain itu, Mahfud MD menyatakan apabila terbukti secara sah dan meyakinkan Terdakwa melakukan kejahatan sebagaimana yang didakwakan, maka pihaknya turut memohonkan kepada Majelis Hakim untuk memberikan keringanan hukuman terhadap terdakwa. 

“Om Mahfud tidak pernah mempermasalahkan video yang viral tersebut dan beliau tidak pernah melaporkan," kata Firman Syah Ali kepada TribunMadura.com, Rabu (28/7/2021).

Kata pria yang akrab disapa Firman ini, sebelum Lora Mastur menyerahkan diri, Mahfud MD sudah memaafkan. 

"Tapi kan hukum harus ditegakkan dan itu menjadi tugas aparat penegak hukum,” kata Firman sembari menirukan pernyataan Mahfud MD yang membenarkan bahwa dirinya berkirim surat ke PN dan kejaksaan untuk memberi keringanan hukuman.

Sebelumnya, sejumlah video pengancaman terhadap Mahfud MD ini viral setelah diunggah oleh akun youtube 'Amazing Pasuruan'.

Empat orang pelaku penyebar dan pengunggah video tersebut, telah diganjar hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Pasuruan.

Termasuk pernyataan Lora Mastur yang mengancam Mahfud MD dan disebarkan melalui video telah divonis hukuman oleh Pengadilan Negeri Sampang.

Simak artikel lain terkait Mahfud MD

Simak artikel lain terkait Penantang Mahfud MD

Simak artikel lain terkait Lora Mastur

FOLLOW JUGA:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved