Breaking News:

Berita Malang

Warga Kota Malang Diminta Mulai Memilah Sendiri Sampah Makanan Kerabat yang Jalani Isolasi Mandiri

Pemilhan sampah makanan pasien isoman sedikit berbeda dengan limbah medis seperti masker yang lebih mudah dideteksi oleh para petugas.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
ilustrasi - petugas memilah sampah 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menghadapi kendala pemilahan sampah makanan warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Sebab, pemilhan sampah makanan pasien isoman sedikit berbeda dengan limbah medis seperti masker yang lebih mudah dideteksi oleh para petugas pengangkut sampah.

Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, guna mengatasi permasalahan ini, pihaknya mengajak kerja sama semua warga agar dapat memilah sendiri sampah makanan para pasien isoman.

Wahyu Setianto menyebut, pihaknya dalam waktu dekat ini akan membuat SOP berkaitan dengan pembuangan sampah bagi para pasien isoman.

"Kendala kami memang di sampah makanan para isoman. Soalnya petugas kami di RT RW kan juga tidak tahu kalau di rumah ini ada yang isoman atau tidak," kata dia kepada SURYAMALANG.COM ( grup TribunMadura.com ), Jumat (30/7).

Baca juga: Ketua DPRD Kota Malang Belum Puas atas Penanganan Kasus Covid-19 dari Pemkot, Beri Saran dan Masukan

"Tapi yang paling mudah diketahui ya masker ini," ucapnya.

Secara teknis, dalam SOP pembuangan sampah bagi para isoman, kata Wahyu, ialah masyarakat diharuskan memilah sendiri apa bila ada kerabatnya yang sakit maupun isoman.

Selanjutnya sampah tersebut diserahkan kepada petugas pengambil sampah di RT RW maupun perumahan sembari memberitahukan bahwa sampah tersebut milik dari warga yang isoman.

Ketika sampai TPS, petugas diharuskan memilah sampah dari isoman itu. Sebelum nantinya dibawa ke TPA untuk dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Awalnya itu dari rumah ke TPS dan TPA. Jadi harus dari masyarakat dulu. Kalau ada keluarga yang isoman harus ngomong. Biar ada pemilahan," ucapnya.

Untuk itu, peran serta masyarakat diharapkan Wahyu sangat penting dalam pemilahan sampah hasil dari warga yang isoman.

Karena sampah yang dihasilkan oleh para isoman, terutama sampah makanan harus benar-benar diawasi.

Dikhawatirkan, sampah tersebut dapat membawa virus yang dapat menyebar ke masyarakat ataupun petugas DLH Kota Malang.

"Beberapa hari kemarin, petugas pramu keberhasihan kita ada yang meninggal dunia, begitu juga kepala UPT di kami ini juga meninggal. Jadi ini benar-benar harus diawasi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved