Minggu, 10 Mei 2026

Berita Bangkalan

Kisah Kakek Marhawi Tinggal di Musala Bambu, Pilu usai Rumah Terbakar: Hidup Melarat, Tertimpa Apes

Marhawi (60) kini terpaksa tidur di musala yang berdinding dan berlantai dari bilik bambu, setelah rumahnya terbakar.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Marhawi (60), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, korban kebakaran rumah yang kini harus tinggal di musala, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kisah pilu dialami Marhawi (60), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kini, ia terpaksa tidur di musala setelah rumahnya yang berdinding anyaman bambu ludes terbakar sejak tiga pekan lalu.

Kejadian itu membuatnya kini harus tidur di musala yang berdinding dan berlantai dari bilik bambu.

Ditemui Surya ( grup TribunMadura.com ), Sabtu (7/8/2021) petang, Marhawi tengah duduk menghadap serpihan genteng dan puing-puing kayu rumahnya sudah menjadi arang.

Tubuhnya sedikit menggigil, ia tampak menahan hawa dingin dengan dagu dibiarkan bertumpu di atas kedua lutut.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI: Densus 88 ke Madura hingga Presma IAIN Madura Menyerahkan Diri

Sesekali, Marhawi menyeka wajah keriputnya dari buih air hujan yang dihempaskan semilir angin.

“Hidup sudah dalam kondisi melarat, masih tertimpa apes. Tidak ada lagi tempat tidur selain di musala ini, semuanya ludes dilalap api," ungkap Marhawi obrolannya dengan suara bergetar karena menahan hawa dingin.

"Musala pun seolah turut bergetar karena tubuh ini menggigil kedinginan,” sambung dia.

Musala miliknya itu juga berdinding dari anyaman bambu.

Beberapa lubang tampak hanya ditempel begitu saja dengan potongan seng.

Lantai musala hanya terdiri dari bilah-bilah bambu yang ditata tidak begitu rapat dengan kayu penopang setinggi kurang lebih 1 meter dari atas tanah.

Angin dingin di malam hari dengan leluasa menerpa tubuh Marhawi dari bawah lantai dan dari depan musala.

“Ingin sekali punya sepetak kamar untuk sekedar merebahkan dan menghangatkan tubuh, lha wong saya sudah tua. Mungkin dua hari ke depan sudah mati,” pintanya.

Baca juga: Sakit Stroke, Pria ini Tak Bisa Selamatkan Diri dari Kebakaran Rumah, Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Musibah kebakaran rumah berbahan bilik bambu milik Marhawi terjadi begitu cepat.

Saat kejadian, bapak dengan tiga anak itu tengah membersihkan kotoran dua kambing yang juga berada di sisi barat, menyatu dengan rumahnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved