Breaking News:

Berita Surabaya

Polda Jatim Ungkap Modifikasi 800 Tabung Oksigen dari APAR, Dijual Tersangka Rp 4 Juta di Medsos

Polda Jatim mengungkap pemalsuan tabung oksigen yang dimodifikasi dari alat pemadam api ringan (APAR). Sebanyak 800 tabung APAR disita polisi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Luhur Pambudi
Polda Jatim bongkar modifikasi 800 tabung oksigen dari tabung APAR. 
Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, Luhur Pambudi
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengungkap pemalsuan tabung oksigen yang dimodifikasi dari alat pemadam api ringan (APAR).
Dalam kasus ini polisi menangkap seorang pelaku dan menyita barang bukti 800 tabung APAR, Rabu (18/8/2021).
Penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menangkap satu orang pelaku seorang pria berinisial NW (52), atas kejahatan manipulasi alat kesehatan (alkes) tersebut.
Selain itu, petugas juga menyita sedikitnya 800 tabung di sebuah gudang penyimpanan yang dioperasikan oleh si pelaku, sebagai barang bukti.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan, ratusan tabung oksigen palsu tersebut ditemukan di sebuah gudang tempat pelaku menjalankan bisnisnya, bernama CV SAK, yang berlokasi di Sukomanunggal, Surabaya.
Berdasarkan informasi hasil pemeriksaan tersangka. Perusahaan tersebut merupakan tempat memproduksi tabung APAR yang telah berizin sejak tahun 2001.
Namun, aksi lancung yang dilakukan NW dengan memanipulasi tabung APAR menjadi tabung oksigen medis tersebut sejak Bulan Juni 2021 kemarin.
Kurun waktu tersebut. Pelaku sudah berhasil menjual sejumlah 50 tabung kepada masyarakat melalui promosi memanfaatkan media sosial.
Sedangkan, hasil penyitaan petugas, ditemukan sudah ada 106 tabung yang sudah dikemas rapi, dan siap dipasarkan kepada calon pembeli.
"Dijual lagi Rp 4 Juta. Keuntungannya kami masih dalami, tapi berkisar sampai Rp 1-3 Juta," katanya di Balai Wartawan, Mapolda Jatim, Rabu (18/8/2021).
Pelaku tidak hanya menjual tabung semata. Nico mengungkapkan, pelaku juga mengisinya dengan gas oksigen, agar lebih meyakinkan para calon pembelinya.
Pelaku menyediakan berbagai macam ukuran tabung oksigen rekondisi tersebut. Mulai dari ukuran 1 meter kubik, 1,5 meter kubik, 5 meter kubik, dan 6 meter kubik.
"Tersangka merubah catnya, yang semula warna merah, digosok, lalu dicat warna putih. Lalu isinya dikeluarkan, dipasang regulator, kemudian oksigen diisikan di dalamnya," jelasnya.
Jenderal polisi asal Surabaya itu, mengungkapkan, perbuatan lancung pelaku mengambil keuntungan dengan menjual tabung oksigen rekondisi tersebut terbongkar, karena adanya laporan seorang warga asal Banyuwangi yang merasa tertipu, pada tanggal 27 Juli 2021 kemarin.
Korban merasa kualitas oksigen dari tabung yang dibeli dari pelaku, malah membuat kondisi kesehatan si pasien, makin memburuk.
"Setelah dipakai, korban merasa keanehan dalam dirinya, tidak seperti biasanya, kemudian melapor, kemudian tim melakukan penyelidikan," pungkasnya.
Sementara itu, korban tabung oksigen rekondisi berinisial WD asal Banyuwangi mengaku berterima kasih dengan pihak Polda Jatim atas keberhasilannya mengungkap kejahatan terselubung memanipulasi tabung oksigen tersebut.
"Saya berterima kasih, kalau enggak diungkap entah bakal ada berapa korban lagi. Yang kena saat itu adalah bapak saya sendiri yang terpapar Covid-19," ujar pria yang mengenakan kemeja batik lengan pendek itu.

Simak artikel lain terkait tabung oksigen medis

Simak artikel lain terkait Polda Jatim

Simak artikel lain terkait tabung oksigen palsu

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved