Breaking News:

Berita Gresik

Perkara Warisan, Pria ini Dilaporkan Saudaranya ke Polisi, Dituding Gelapkan Uang Hasil Jual Tanah

Warga Gresik dilaporkan dua saudaranya ke polisi karena dugaan penggelapan uang hasil jual beli tanah warisan sekitar Rp 800 juta lebih.

Penulis: Soegiyono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SUGIONO
Ahli waris almarhum Seniman pak Soekardi melaporkan saudaranya ke Polres Gresik terkait uang hasil penjualan tanah warisan, Rabu (25/8/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Rukinah (56) dan Rukiyati (56), warga Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, melaporkan Sudardjo (63), yang tak lain adalah saudaranya, ke Polres Gresik, Rabu (25/8/2021).

Warga Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, itu dilaporkan atas dugaan penggelapan uang hasil jual beli tanah warisan sekitar Rp 800 juta lebih.

Didampingi kuasa hukumnya yaitu Al Ushudi dan Dita Aditya, Rukinah dan Rukiyati melaporkan kasus itu ke Polres Gresik.

Dugaan penggelapan uang hasil jual beli tanah warisan berawal dari penjualan sebidang tanah warisan dari almarhum Seniman Pak Soekardi seluas 5.050 meter persegi di wilayah Desa Pandu, Kecamatan Cerme, pada April 2021 di notaris.

Para ahli waris yang ikut menjual tanah yaitu Ibu Rupi, Bapak Giman, Ibu Rokayah, Ibu Rokamah, Bapak Sudardjo, Ibu Sami, Ibu Rukinah, Bapak Sali, Ibu Rukiyati, Bapak Suyono dan Ibu Elin Syahlani.

Dari penjualan tanah tersebut dilakukan pembayaran dari pembeli secara bilyet giro sekitar Rp 800 juta lebih melalui salah satu ahli waris yaitu Sudardjo.

Namun, hingga saat ini uang tersebut belum belum dibagi ke ahli waris.

“Kami sudah memberikan somasi, tapi tidak ditanggapi. Bahkan, ketika dikunjungi di kediamannya, yang bersangkutan marah-marah. Sehingga, kita melaporkan ke Polres Gresik atas duggaan penggelapan uang hasil menjual tanah,” kata Dita Aditya.

Dari laporan tersebut, diharapkan pihak Polres Gresik segera menindaklajuti, sehingga permasalahan keluarga dan dugaan melanggar hukum dapat diselesaikan sesuai peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap pihak Kepolisian segera memanggil yang terlapor, sehingga masalah ini bisa segera terselesaikan dan ahli waris kembali rukun,” katanya. (ugy/Sugiyono).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved