Breaking News:

Berita Jember

Polemik Pemkab Jember Terima Honor Pemakaman Jenazah Covid-19, Gubernur Khofifah Berikan Tanggapan

Sebab, pejabat Pemkab Jember dianggap tak pantas dan mencederai norma etika dalam persoalan penarikan honor.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Polemik Bupati Jember yang menerima honor pemakaman jenazah Covid-19 ditanggapi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sebelumnya, polemik yang terjadi di Pemkab Jember ini menuai banyak respon dari publik masyarakat.

Sebab, pejabat Pemkab Jember dianggap tak pantas dan mencederai norma etika dalam persoalan penarikan honor.

Pejabat Pemkab Jember juga mengamini jika mereka menerima honor sejumlah Rp 70,5 Juta dari pemakaman jenazah Covid-19 dengan rincian setiap Rp 100 ribu untuk setiap pemakaman dengan protokol Covid-19.

Bupati Jember Hendy dalam satu kesempatan wawancara dengan media menyebut bahwa penerimaan honor tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) No 188.45/107/1.12/2021 yang ditandatangani oleh dirinya sendiri pada 30 Maret 2021 lalu.

Dan SK tersebut merupakan lanjutan dari SK yang ditandatangani oleh bupati sebelumnya, Faida pada 16 Maret 2020 silam.

Oleh karenanya, pemberian honor pemakaman itu sudah berlangsung sekitar setahun setengah, sebelum dirinya menjabat sebagai bupati.

Baca juga: Menko Polhukam Mafud MD Temui Tokoh Madura Sedunia Via Virtual, Simak Hal yang Mereka Bahas

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditanya terkait polemik tersebut, menyebutkan bahwa persoalan SK bupati tersebut adalah keputusan kepala daerah yang berlaku di daerah tertentu tersebut.

Tidak hanya itu, mantan Menteri Sosial itu juga menegaskan bahwa pihaknya tidak tahu menahu terkait aturan tersebut.

Bahkan ia baru tau ketika kasus ini ramai diberitakan media.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved