Senin, 27 April 2026

Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia: Simak Jadwal, Daftar Wilayah, dan Cara Menyaksikannya

Berikut daftar wilayah dan jadwal kapan matahari akan berada di atas kota-kota besar di Indonesia, sehingga memunculkan fenomena Hari Tanpa Bayangan

Editor: Elma Gloria Stevani
PIXABAY/ Hamsterfreund
Berikut daftar wilayah dan jadwal kapan matahari akan berada di atas kota-kota besar di Indonesia, sehingga memunculkan fenomena hari tanpa bayangan, dari data LAPAN: 

TRIBUNMADURA.COM - Dimulai hari Senin 6 September 2021 beberapa wilayah Indonesia mengalami suatu fenomena yang disebut hari tanpa bayangan.

Lembaga Antariksa dan Penerbangan atau LAPAN memprediksi terjadinya fenomena hari tanpa bayangan akan dimulai dari 6 September hingga 21 Oktober 2021 mendatang.

Fenomena disebabkan karena letak geografis Indonesia yang memungkinkan posisi matahari tepat berada di atas Indonesia. Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat lintang selaran dan dibelah oleh garis khatulistiwa.

Dengan posisi gegrafis tersebut, matahari akan berada persis di atas Indonesia dua kali setahun.

Kejadian pertama sudah terjadi sejak akhir Februari hingga Awal april 2021.

Menyusul kejadian kedua 6 September hingga 21 Oktober.

Saat ini, fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari terlihat paling awal di Kota Sabang mulai pukul 12.36.45 WIB.

Warga membuktikan langsung hari tanpa bayangan yang diinformasikan BMKG, Selasa (9/10/2018).
Warga membuktikan langsung hari tanpa bayangan yang diinformasikan BMKG, Selasa (9/10/2018). Dalam artikel terdapat jadwal dan lokal pada fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari yang berlangsung mulai hari ini, Senin (6/9/2021). (WARTA KOTA/YOSIA MARGARETTA)

Andi Pangerang, Peneliti Pusat Sains dan Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan tentang fenomena Hari Tanpa Bayangan.

Di mana saat posisi Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari.

Sehingga, fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari.

“Fenomena ini selalu terjadi dua kali setahun untuk kota-kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis. Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan).

Selanjutnya, untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan hanya akan mengalami hari tanpa bayangan Matahari sekali dalam setahun, yakni ketika Solstis Juni (20/21 Juni 2021) untuk Garis Balik Utara maupun Solstis Desember (20/21 Desember) untuk Garis Balik Selatan,” kata Andi.

Di luar ketiga wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di Zenit ketika tengah hari sepanjang tahun.

Melainkan, agak condong ke Selatan untuk belahan Bumi Utara maupun agak condong ke Utara untuk belahan Bumi Selatan.

Cara Melihat Hari Tanpa Bayangan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved