Berita Sampang

Seorang Guru di Camplong Sampang Dilaporkan ke Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Muridnya

wali murid SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura melaporkan salah satu guru di lembaga pendidikan kepada Polres Sampang

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com
Surat tanda terima pengaduan atas laporan yang dilayangkan sejumlah wali murid SMA Negeri 1 Camplong ke Polres Sampang, Madura, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah wali murid SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura melaporkan salah satu guru di lembaga pendidikan setempat kepada Polres Sampang (10/9/2021) kemarin.

Pasalnya, terlapor, guru berinisial AW (40) diduga melakukan tindakan kekerasan kepada sejumlah siswa hingga mengalami trauma dan enggan bersekolah.

Insiden itu terjadi saat berada di ruang kelas pada (08/09/2021) kemarin, sekitar 08.45 WIB, di mana proses pembelajaran sedang berlangsung.

Salah satu wali murid atau pelapor, Fitriyah Laili (36) mengatakan bahwa, pelaku dugaan kekerasan terhadap siswa dilakukan oleh salah satu guru Mata Pelajaran (Mapel) PPKN.

"Yang dipukul ada sekitar 10 anak, termasuk anak saya, untuk kesalahanya saya kurang tahu, yang jelas dipukul saat proses belajar mengajar di dalam kelas," ujarnya, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Kini Bebas Dari Pasien Covid-19

Ia menambahkan, anaknya mengadu kepada dirinya, dipukul menggunakan balok kayu hingga mengenai bagian kepala putrinya.

"Hal yang sama dialami siswa lainnya karena dipukul secara bergantian," ucapnya.

Akibat dari pemukulan itu putrinya sering mengalami sakit kepala, bahkan trauma dan takut untuk masuk ke sekolah.

"Awalnya sempat masuk sehari tapi keesokan harinya merasa pusing dan enggan bersekolah," terang Fitriyah.

Mengetahui hal itu, suaminya datang ke SMPN I Camplong untuk meminta penjelasan kepada terduga pelaku inisial AW.

Namun, hanya ditemui oleh kepala sekolah, hingga akhirnya dirinya memilih ke jalur hukum.

Dengan harapan, kedepannya tidak ada lagi oknum guru yang kurang tepat dalam mendidik anak.

Sebab mendidik dengan memukul kepala menggunakan benda keras sangat membahayakan anak itu sendiri.

"Apalagi mendidik hingga trauma, terlebih kami khawatir karena mukul bagian kepada dengan benda keras akan terkena ke otak," pungkasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Sampang AKP Sudaryanto masih bulum bisa dimintai keterangan atas pelaporan tersebut, sehingga upaya konfirmasi terus dilakukan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved