Minggu, 26 April 2026

Kecelakaan Lalu Lintas

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol Satelit-Perak, Bermula dari Suzuki Ertiga yang Manuver

Kecelakaan tepatnya terjadi di Tol Satelit-Perak, KM 6/400 B. Akibat kecelakaan itu, bodi depan dan belakang kendaraan yang terlibat ringsek

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
istimewa
Mobil Toyota Avansa yang terlibat tabrakan beruntun di Tol Satelit-Perak, KM 6/400 B, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Insiden kecelakaan beruntun terjadi di jalan Tol Satelit-Perak, Senin (13/9/2021).

Kecelakaan itu melibatkan tiga mobil dan satu bus.

Kecelakaan tepatnya terjadi di Tol Satelit-Perak, KM 6/400 B.

Akibat kecelakaan itu, bodi depan dan belakang kendaraan yang terlibat mengalami ringsek.

Akibatnya, bodi bagian depan dan belakang keempat kendaraan tersebut ringsek.

Keempat kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun itu, meliputi Suzuki Ertiga bernopol L-1032-HQ, dikemudikan Irma Amalia (35) warga Karang Pilang, Surabaya.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur Cangar-Pacet, Pengendara Motor Honda Vario Meninggal Usai Rem Blong

Kemudian, Mitsubishi Xpander bernopol L-1363-FL, dikemudikan Octavian Tommy W (27) warga Tandes, Surabaya

Toyota Avanza bernopol S-1601-TT, dikemudikan Dedy Agus Irwanto (40) warga Magersari, Mojokerto. 

Dan, Bus Mercedes Benz bernopol N-7925-US, dikemudikan Riasan (50) warga Jabon, Sidoarjo.

Kanit II PJR Tol Satelit Ditlantas Polda Jatim AKP Sigit Indra Puji Santoso menerangkan, tabrakan beruntun itu bermula saat keempat kendaraan tersebut melaju bersamaan dari arah kawasan Satelit menuju kawasan Perak.

Setibanya di KM 6/400 B, mobil Suzuki Ertiga melakukan manuver pengereman, namun terlambat diantisipasi oleh tiga kendaraan di belakangnya.

"Dari arah belakang Xpander menabrak Ertiga, disusul toyota Avanza menabrak kendaraan Xpander. Lalu Mercedes Benz bus tidak bisa antisipasi, sehingga menabrak mobil yang ada di depannya," katanya, Senin (13/9/2021).

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, dalam insiden tabrakan tersebut. 

Tabrakan beruntun itu terjadi, ungkap Sigit, diduga karena pengemudi kurang memperhatikan jarak aman antar kendaraan.

"Kurang antisipasi dan tidak jaga jarak aman dalam berkendara," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved