Breaking News:

Berita Jawa Timur

Ledakan Bondet Ancam Keselamatan Jiwa, Polda Jatim Edukasi Warga Agar Tak Beli atau Rakit Bom Ikan

Pembinaan masyarakat mengenai bahaya bondet kembali digencarkan mengingat adanya insiden ledakan bom ikan di Pasuruan, yang memakan dua korban jiwa.

TribunMadura.com/Galih Lintartika
Tim Gegana Polda Jawa Timur saat melakukan penyisiran dan mengamankan sejumlah bahan peledak di Pasuruan 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polda Jatim bakal menggiatkan kembali edukasi terhadap masyarakat mengenai bahaya pembuatan bom ikan atau bondet.

Pembinaan masyarakat mengenai bahaya bondet kembali digencarkan mengingat adanya insiden ledakan bondet di Pasuruan, yang memakan dua korban jiwa.

"Guna mengantisipasi kejadian serupa, kami mengimbau warga tidak lagi membeli atau merakit bahan peledak bondet atau sejenisnya, sekalipun untuk kepentingan menangkap ikan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko pada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Senin (13/9/2021).

Ledakan yang dihasilkan alat bondet, dalam skala berapapun, dan dengan tujuan apapun, berpotensi mengancam keselamatan manusia.

Selain membahayakan manusia, ungkap Gatot, sebagaimana beberapa kasus penggunaan bondet yang terjadi di Jatim, dari tahun ke tahun, penggunaan bondet untuk kepentingan menangkap ikan, juga tidak bisa dibenarkan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Puluhan Rumah Warga di Pasuruan Rusak Akibat Ledakan Bondet, Dua Orang Meninggal

"Metode menangkap ikan menggunakan bondet juga tidak dibenarkan, atau sudah dikategorikan sebagai kegiatan yg dilarang, karena terbukti berpotensi merusak terumbu karang," jelasnya.

Gatot menerangkan, proses edukasi dan sosialisasi tersebut juga akan terus dilakukan di berbagai macam polres yang memiliki kawasan yang terbilang sering didapati insiden bondet.

Tentunya melalui perangkat institusi pembinaan masyarakat di skala mikro, yakni Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), ia berharap agar edukasi tersebut dapat terus dilakukan secara kontinyu.

"Kami tentu akan menggiatkan kembali edukasi pada masyarakat untuk tidak menggunakan alat bondet itu, melalui Bhibinkamtibmas," pungkasnya.

Kemudian, terkait perkembangan penyelidikan insiden ledakan itu, informasi yang dihimpun TribunJatim.com, Senin (13/9/2021) penyidik Satreskrim Polres Pasuruan sedang memeriksa sembilan orang saksi atas insiden ledakan bondet yang menewaskan dua orang, membuat dua orang terluka, dan belasan rumah warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mengalami kerusakan material.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved