Breaking News:

Berita Tuban

Sama-Sama Hasil dari Pohon Siwalan, Ini Cara Membedakan Legen dan Tuak, Jangan Sampai Tertukar Ya!

Cara membedakan legen dan tuak, sama-sama minuman hasil tetesan getah pohon siwalan atau nira.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Minuman legen - cara membedakan legen dan tuak 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Legen merupakan satu di antara minuman tradisional yang banyak ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Minuman legen dihasilkan dari tetesan getah pohon siwalan atau nira.

Minuman legen banyak digemari lantaran memiliki rasa dan aroma yang khas.

Selain itu, legen juga dikenal memiliki banyak manfaat, di antaranya melancarkan pencernaan hingga fungsi ginjal.

Minuman manis berwarna putih ini juga bisa diolah menjadi minuman tuak yang bisa memabukkan.

Lantas bagaimana cara membedakan legen dan tuak?

Baca juga: Tanpa Pemanis Buatan, Legen Khas Tuban Banyak Diburu Warga Jadi Minuman Buka Puasa Ramadan 2021

Darsilan (45), petani penderas pohon nira mengatakan, legen dua kali turun dalam sehari.

Misal pagi sudah menyiapkan tadah untuk getah nira di atas pohon, maka sore baru bisa diambil. Begitupun sebaliknya.

"Kalau minuman legen dua kali petik, menyiapkan pagi bisa diambil sore, sore bisa diambil pagi," ujarnya kepada wartawan ditemui di kebun pohon bogor miliknya, Selasa (14/9/2021).

"Itu untuk legen, itu murni tanpa campuran," sambung dia.

Penderas asal Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding itu menjelaskan, jika tuak bisa dikasih babakan (campuran, red) sebelum dipetik, yang bisa memabukkan.

Minuman legen khas Tuban, Senin (19/4/2021).
Minuman legen khas Tuban, Senin (19/4/2021). (TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO)

Baca juga: Jual Es Dawet Sejak Tahun 1984, Bu Matun Cuma 3 Kali Naikkan Harga, Warung Legendaris di Ponorogo

Tuak hanya bisa dipetik dalam sehari, berbeda dengan legen.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui perbedaan antara legen dan tuak.

Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui perbedaan kedua jenis minuman tersebut, meski berasal dari pohon yang sama.

"Masyarakat harus tahu bedanya legen dengan tuak, jangan sampai menganggap keduanya sama," pungkasnya.(nok)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved