Breaking News:

Bandingkan dengan Masa SBY, Jokowi Diminta Angkat Guru Honorer Jadi PPPK Berdasar Masa Pengabdian

Jika berkaca pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), guru honorer bisa diangkat menjadi PPPK atau CPNS berdasarkan masa pengabdiannya.

Editor: Aqwamit Torik
Dokumen Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bandung
Ilustrasi - Pendaftaran CPNS 2021 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan non-guru 

TRIBUNMADURA.COM - Guru honorer saat ini bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun harus melewati seleksi terlebih dahulu.

Namun, kebijakan ini mendapatkan kritik dari Partai Demokrat.

Sebab menurut Partai Demokrat, jika berkaca pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), guru honorer bisa diangkat menjadi PPPK atau CPNS berdasarkan masa pengabdiannya.

Sedangkan, pada masa Presiden Jokowi, guru honorer masih perlu melewati seleksi dan tes terlebih dulu.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan mengkritik pengangkatan proses guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang harus melalui seleksi pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Ujian PPPK di Tulungagung, Banyak Guru Senior yang Tak Bisa Mengoperasikan Komputer,

Menurutnya, proses pengangkatan guru honorer menjadi PPPK, seharusnya dilakukan berdasarkan masa pengabdian seseorang sebagai guru.

Guru yang telah cukup masa mengabdinya, kata Irwan, tidak perlu mengikuti proses seleksi lagi karena akan mengalami kesulitan bersaing dengan guru yang masih muda masa pengabdiannya.

"Seharusnya dilakukan pengangkatan secara langsung bukan melalui proses seleksi, tapi dilihat masa pengabdiannya para guru itu," kata Irwan, Senin (20/9/2021).

Irwan menyayangkan, pemerintah masih membiarkan guru-guru honorer yang cukup masa pengabdiannya mengikuti proses seleksi PPPK, serta CPNS hanya untuk memperoleh kesejahteraannya.

Baca juga: Waspadai Penipuan Seleksi CPNS-PPPK Mengatasnamakan Bupati

Ia pun mempertanyakan, perhatian Mendikbud Ristek Nadiem Makarim terhadap dedikasi para guru, apalagi ketika tahu ada yang gagal menembus ambang batas seleksi atau passing grade.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved