Breaking News:

Berita Pamekasan

Relawan FPRB Pamekasan Ikuti Jambore Relawan 2021, Persiapan Antisipasi datangnya Kebencanaan

Rakornis yang dikemas dalam bentuk jambore relawan ini merupakan kegiatan yang penting untuk diikuti para relawan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Delapan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pamekasan saat mengikuti Rakornis (Rapat Koordinasi Teknis) dan Jambore Relawan di Obis Camp Trawas pada 17 - 19 September 2021. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pamekasan, Madura mengirim 8 relawan untuk mengikuti Rakornis (Rapat Koordinasi Teknis) dan Jambore Relawan di Obis Camp Trawas pada 17 - 19 September 2021.

Kegiatan itu dihadiri perwakilan dari 34 Kabupaten/Kota se-Jatim. 

Materi yang disampaikan dalam Rakornis itu berupa Focus Group Discussion (FGD) Destana, Sekolah Aman Bencana, dan Proker di Masa Pandemi Covid-19 yang akan menghasilkan rekomendasi kegiatan FPRB.

Chandra Kirana, salah seorang relawan yang mengikuti Rakornis dan Jambore Relawan menyampaikan kebahagiaan atas keikutsertaannya.

"Ini kegiatan luar biasa. Saya bangga bisa mengikuti jambore ini. Banyak ilmu yang saya dapat, banyak teman baru yang punya segudang pengalaman," kata Chandra Kirana kepada TribunMadura.com, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: FRPB Pamekasan dan Rengganis Indonesia Bagikan Bantuan Tambahan Gizi dan Alat Sekolah untuk Difabel

Setiap kegiatan diikutinya bersama perwakilan relawan FRPB Pamekasan dari pagi hingga malam hari.

"Mulai olahraga pagi, materi kebencanaan yang difokuskan pada pandemi Covid-19, banjir, dan gempa serta FGD kebencanaan dan hiburan. Kami di sini belajar banyak hal," jelasnya.

Sementara itu, Sekjen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pamekasan, Budi Cahyono menjelaskan, Rakornis yang dikemas dalam bentuk jambore relawan ini merupakan kegiatan yang penting untuk diikuti para relawan.

"Acara ini penting untuk diikuti agar relawan memiliki bekal bagaimana manajemen bencana dilakukan. Baik sebelum bencana, saat bencana, sampai setelah bencana," katanya.

Menurutnya, relawan harus memahami ketiga hal kunci penanganan bencana tersebut.

"Setelah dibekali teori penanganan bencana, maka relawan harus melaksanakannya di lapangan baik pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana," jelasnya.

Budi mengaku bangga kepada perwakilan relawan yang ditugaskan mengikuti Jambore Relawan 2021.

"Saya bangga, tidak salah kami mengirim mereka ke jambore ini. Pada beberapa kegiatan, relawan Pamekasan mampu bersaing dengan daerah lain menjadi peserta terbaik," pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved