Breaking News:

Berita Surabaya

Eks Pengurus FPI Dirikan Ormas Baru Bernama Perisa Bangsa, Merangkul Semua Elemen Masyarakat

Pasca dibubarkan mantan pengurus FPI mendirikan  ormas dengan diberi nama Perisai Bangsa

Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Mantan pengurus FPI dirikan ormas bernama Perisai Bangsa 

TRIBUNMADURA, SURABAYA - Pasca dibubarkan mantan pengurus FPI mendirikan  ormas dengan diberi nama Perisai Bangsa. 

Masing-masing adalah Habib Umar Al Athos, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi FPI Surabaya dan Gus Din Nawawi, Mantan Wali Laskar FPI Surabaya, keduanya kini menjabat Ketua dan Sekretaris Perisai Bangsa.

"Kami tidak tertarik bergabung dengan FPI gaya baru yang didirikan oleh rekan-rekan kami. Kami mendirikan ormas sendiri, Perisai Bangsa, yang berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945," kata Habib Umar saat dikonfirmasi di sela Deklarasi Perisai Bangsa di Surabaya, Sabtu.

Menurutnya Perisai Bangsa tidak hanya beranggotakan mantan pengikut simpatisan FPI, melainkan juga merangkul dari berbagai elemen masyarakat lainnya.

"Turut bergabung dengan Perisai Bangsa, ada teman-teman dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, selain juga dari ormas nasionalis lainnya," ujar Gus Din, menandaskan.

Baca juga: Sekitar 70 Item Barang Diamankan dari Rumah Munarman, Buku, Flashdisk Hingga Ponsel Eks Sekum FPI

Habib Umar menjelaskan melalui Ormas Perisai Bangsa ingin menjalin "ukhuwah" atau persaudaraan keseluruhan bangsa Indonesia.

"Setelah kami deklarasikan hari ini di Surabaya, mudah-mudahan selanjutnya berkembang hingga ke berbagai penjuru Tanah Air," katanya.

Perisai Bangsa telah mengagendakan program dialog dengan menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat.

"Agenda terdekat adalah menggelar perenungan peristiwa G30S/PKI. Mungkin diawali dengan nonton bareng filmnya," ujarnya.

Intinya, lanjut Habib Umar, melalui wadah ormas Perisai Bangsa, jangan sampai terjadi perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita menghindari perpecahan antar suku, agama dan bangsa. Jangan sampai peristiwa seperti Taliban di Afganistan terjadi di Indonesia," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved