Berita Malang
Polemik Kabupaten Malang Ganti Nama, ada Perbedaan Pendapat, Singgung Sejarah Hingga Rumit
Wacana pergantian nama Kabupaten Malang gencar usai Bupati Malang, Muhammad Sanusi ingin menjadikan Kepanjen sebagai nama Kabupaten.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wacana pergantian nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen menimbulkan polemik.
Ada yang mendukung wacana tersebut, ada juga yang menolak terkait pergantian nama Kabupaten Malang.
Satu di antaranya adalah Ketua DPRD Kabupaten Malang yang menyetujui hal tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menyebutkan jika wacana pergantian nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen merupakan hal yang wajar.
Wacana pergantian nama Kabupaten Malang gencar usai Bupati Malang, Muhammad Sanusi ingin menjadikan Kepanjen sebagai nama Kabupaten.
Baca juga: Perubahan Nama Kabupaten Malang jadi Kabupaten Kepanjen Tuai Kontra, Para Tokoh Pertanyakan Urgensi
Darmadi menilai seorang pemimpin sah-sah saja menyampaikan sebuah wacana.
"Sah-sah saja seorang pemimpin berwacana karena ini juga berkaitan dengan sebuah mimpi yang harus dicapai," ujar Darmadi ketika ditemui di DPRD Kabupaten Malang pada Senin (27/9/2021).
Kendati menyebut pergantian nama Kabupaten Malang menjadi hal yang lumrah, Darmadi tak menampik konsekuensi rumit jika pergantian nama tersebut dilakukan.
Pergantian nama Kabupaten berimplikasi panjang terhadap kepengurusan data kependudukan masyarakat.
"Berapa banyak KTP, alamat hingga ijazah dan dokumen lainnya yang harus diganti namanya dari Kabupaten Malang. Itu proses hukumnya panjang," beber politisi PDIP ini.
Di sisi lain, politisi PKB mengkritik keras rencana pegantian nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen.
Kritikan tesebut dilontarkan Muslimin dari Fraksi PKB Kabupaten Malang.
Ia begitu menyayangkan wacana yang diutarakan Sanusi, politisi PDIP.
"Sangat disayangkan kalau Bupati mewacanakan mengganti nama Kabupaten Malang menjadi Kepanjen. Kecuali kalau mau ada pemekaran lagi Malang Selatan menjadi Kabupaten Kepanjen oke-oke saja, tapi tidak menghilangkan nama Kabupaten Malang dari sejarah," beber Muslimin.
Kata Muslimin, Kabupaten Malang telah memiliki sejarah panjang selama berabad-abad sebagai satu wilayah dan hal tersebut tidak mungkin tiba-tiba dirubah, apalagi dari segi nama.
Muslimin berharap wacana tersebut hanyalah sebatas wacana tanpa ada tindakan serius. Ia mengingatkan akan pentingnya sejarah sebuah daerah yang tidak boleh dilupakan.
"Sebelum ada Kota Malang, Kota Batu sebagai hasil pemekaran, yang menjadi induk adalah Kabupaten Malang," tegasnya. (ew)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ketua-dprd-kabupaten-malang-darmadi-senin-2792021.jpg)